* Rilis

Lampung Timur, Korel.co.id – Bupati Lampung Timur (Lamtim) Zaiful Bokhari membuka Festival Waykambas ke XIX,  Festival yang berlangsung selama dua hari, terhitung tanggal 9 – 10 November 2019 ini ,menyuguhkan berbagai kegiatan yang berpusat di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur. Sabtu, 9 November 2019.

Pembukaan Festival Waykambas diawali dengan pawai budaya, tari Sigeh Penguten, atraksi polisi cilik, pengibaran bendera festival oleh gajah , pengalungan bunga, tari Bedana Melinting, lomba kuliner dan pameran souvenir dan dihibur oleh artis undangan .

Asisten Deputi Bidang Destinasi dan Pemasaran Wisata Kementerian Pariwisata, Reza Fahlevi mengatakan, melalui even ini memberikan dampak positif bagi pariwisata Yang ada di Lampung Timur serta menjadi salah satu Festival Tahunan yang akan selalu di gelar guna untuk menjadi Lampung Timur Kota Pariwisata dan Di sambut oleh masyarakat dengan baik.

Kementrian Pariwisata memberikan apresiasi acara yang di gelar di Lampung timur ini. Tentu dengan adanya komitmen yang bagus oleh bupati acara ini dilaksanakan setiap tahunnya. Terkait dengan destinasi yang ada di TNWK, merupakan daya tarik di provinsi Lampung kabupaten Lampung timur. Dan adalah Pekerjaan rumah agar terus meningkat terus tahun nya.

“Tentu Lam-Tim harus memiliki produk local yang dapat ditawarkan oleh wisatawan asing maupun local yang datang ke sini. Selain Waykambas mungkin ada Tempat – tempat lain yang bisa menambah pariwisata di sini sebagi daya tarik wisata. Karena pariwisata tidak dapat terlaksana tanpa melibatkan semua pihak,” kata nya.

Bupati Lamtim, Zaiful Bokhari, mengatakan, Waykambas merupakan daerah hutan dengan luas 125 ribu hektar. Taman Nasional Way Kambas memiliki sejuta pesona dan daerah tujuan wisata Baik Nasional Maupun hingga tingkat internasional. Kata pak iful

Lanjut pak Zaiful , Festival Waykambas adalah ajang promosi pariwisata di kabupaten Lampung Timur. Dengan mengusung tema “bersama membangun alam dan budaya untuk Lamtim sejahtera” diharapkan mampu meningkatkan kekayaan alam dan budaya yang ada di TNWK, dan juga merupakan destinasi wisata andalan Kementrian pariwisata .

“Tentunya kemarau yang berkepanjangan saat ini, saya penghimbau kepada semua pengunjug agar hati-hati akan membuang yang dapat memicu kebakaran, karena TNWK rentan dengan kebakaran dan kita harus menjaganya,” imbaunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *