Laporan wartawan Ardi

Lampung Timur –Korel.co.id , Perebutan kursi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Timur, tengah berlangsung. Sejumlah wajah lama pun masih turut bertarung untuk merebut status komisioner, walaupun banyak pengaduan dari masyarakat tapi diabaikan Timsel(Tim Seleksi), karena diduga adanya unsur kedekatan & Organisasi yang mengusung dirinya sesuai dengan dugaan kemauan Dari Timsel itu sendiri diri, para kandidat baru saja mengikuti tes kesehatan di Gedung RS Abdul muluk Bandar Lampung . Kamis , 26 September 2019

Adapun empat incumbent yang terkena adanya putusan DKPP Nomor: 118-PKE-DKPP/VI/2019, masih juga bertarung. Mereka adalah Andri Oktavia, Maria Mahardini, wanahari & wasiat Jarwo asmoro, sementara salah satu calon Incumbent selain adanya putusan DKPP ini, masih adanya hubungan keterlibatan kekeluargaan dengan Timsel lainya dalam satu propinsi.”Imbuh Arip, yang juga salah satu peserta seleksi dan seorang Aktivis LSM Gerakan Independen Pemberantasan Korupsi ( GIPAK )

Lanjut Arip, pada awalnya Perekrutan ini emang sudah berbau tidak sedap karena tidak ada kekosistenan timselnya karena mereka di duga hanya mengutamakan unsur kedekatan mereka aja, bukti nya masyarakat mengadukan ke Timsel sampai saat ini tidak di respon dari Timsel mereka terkesan acuh tak acuh, kalau begini percuma dong ada nya laporan masukan & tanggapan dari masyarakat, Seleksi calon anggota KPU tidak boleh dijadikan ajang uji coba berbagai alat tes yang tidak memiliki relevansi dengan tugas, kewenangan, dan kewajiban KPU Validitas dan reliabilitasnya pun belum teruji, apalagi yg sudah diputuskan DKPP masih diakomodir serta adanya hubungan kekeluargaan antara Timsel yg masih dalam satu provinsi & peserta.

karena mengedepankan untuk Kepentingan pribadi dan latar belakang organisasinya, Adalah Timsel yg menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab bila terjadi kegagalan dalam penyelenggaraan pemilu karena rendahnya kualitas anggota KPU, Sebab, mereka yang pertama menyeleksi membentuk Komisioner ini, tegas Arip.

Lebih lanjut Aktivis ini mengatakan, Timsel ini diduga sudah Melanggar Dasar PKPU No 2 tahun 2019 tentang perubahan ke tiga atas PKPU nomor 7 tahun 2018 tentang seleksi anggota KPU provinsi dan KPU kabupaten Kota.
Lampiran Model SP. Timsel 8 Surat Penyataan tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan peserta seleksi anggota KPU Provinsi dan Kab Kota dalam satu Provinsi.Ujarnya

Sebagai informasi para Kandidat  pada tanggal 4 Oktober 2019 akan mengikuti tes interview oleh Timsel di Hotel bukit randu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *