*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Wardi Saputra-Tuba Barat.

LAMPUNG – Warga Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang merupakan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada salah satu Satuan Kerja (Satker) di Pemerintah Daerah setempat memiliki rasa peduli yang tinggi terutama terhadap lingkungan dan juga terhadap warga masyarakat sekitar.

Warga tersebut adalah Dantoni, dengan bermodalkan selaku Putra Daerah Kabupaten Ragem Sai Mangi Wawai ini memanfaatkan mesin penghancur sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten setempat yang sudah hampir setahun tidak mampu dikelola oleh Satker terkait.

“Saya baru mengelolanya (Mesin Penghancur sampah) sekitar satu bulan ini, saya mencoba belajar bagaimana mesin ini bisa bermanfaat dengan semestinya,”ungkap Dantoni saat ditemui di lokasi mesin, Minggu 21 Oktober 2018.

Mesin yang sedianya terbengkalai tersebut kini sudah dikelola dengan baik oleh Dantoni, dan sudah dibuatkan semacam gudang meskipun dipagari dengan anyaman bambu. Tepat dibelakang Pasar Kelurahan Panaragan Jaya, disinilah kita bisa menjumpai mesin tersebut berproduksi.

Beruntung, Dantoni merekrut sebanyak tiga orang warga yang salah satu diantaranya telah mahir dalam menjalankan mesin tersebut termasuk memilih material yang hendak dihancurkan sesuai dengan jenisnya.”Ternyata, rongsokan plastik disekitar lingkungan kita banyak jenisnya, dan kalau untuk produksi seperti ini plastik tersebut harus disortir sesuai dengan jenis masing-masing,”terang Dantoni.

“Salah seorang dari tiga orang karyawan yang saya pekerjakan disini memang mahir dibidang barang bekas, karena pernah bekerja dengan pekerjaan yang sama di Jakarta,”sambungnya.

Hal itu terbukti selama sekitar satu bulan Dantoni mengelola mesin penghancur sampah tersebut dirinya sudah melakukan satu kali pengiriman atau penjual plastik yang sudah diproduksi itu ke pembeli di Natar Lampung Selatan dan mereka telah merasakan hasil penjualan tersebut.

“Kalau dari sejumlah jenis plastik ini dicampur ternyata disana (Natar) akan disortir sehingga tidak laku dan akan kita bawa pulang lagi. Ya, Alhamdulliah saya sudah satu kali pengiriman, dan disana diterima dengan baik tidak ada yang dibawah pulang lagi. Hasil keuntungannya ya lumayanlah,”tutur Dantoni.

Meskipun Dia tidak menyebutkan besaran keuntungan yang didapatkan pada penjualan awal itu, namun Dantoni memastikan dirinya dan karyawannya tidak merasa rugi.”Kalau bahan dasarnya kita dapatkan beli dari pemulung, mesin ini sehari bisa menghasilkan 1 ton bahan siap kirim,”Tutup Dantoni. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *