Bandarlampung, Korel.co.id — Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan di lingkungan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Yayasan Alfian Husin memberikan tunjangan bantuan uang muka ibadah haji kepada 12 dosen dan karyawan. Penyerahan tunjangan itu dilaksanakan saat acara coffee morning antara pimpinan dan seluruh sivitas akademika IIB Darmajaya, di Aula Lantai III, Gedung Alfian Husin, Rabu (9/3/2022).


Ketua Yayasan Dr. H. Andi Desfiandi, S.E., M.A. mengatakan di tengah pandemi Covid-19, di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, pihaknya tetap akan memberikan apresiasi kepada dosen dan karyawan yang dinilai memiliki kinerja baik.
“Kami berharap tunjangan ibadah haji ini dapat disimpan dengan baik dan terus ditambahkan dalam tabungan haji. Tujuannya, jika dana haji mencukupi, niatan bapak dan ibu semoga disegerakan oleh Allah SWT,” kata Andi Desfiandi.

Andi menyebutkan ke-12 dosen dan karyawan yang mendapatkan tunjangan haji itu adalah, TM. Zaini, S.Kom., M.Kom; Muhammad Sadat Pulungan., M.M., M.S.Ak.; Bayu Nugroho, S.Kom., M.Eng; Taufik, S.E., M.M; dan Indera, S.Kom., M.T.I.

Selain itu, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I.; Indra Chaniago, S.E., M.Si., Ak.; Heri Siswoyo; Abdul Gani; Ronald Efrimandjaya, S.Kom.; Fitria S.T., M. Kom.; dan Neni Purwanti, S.Kom.,M.T.I.
“Semoga, apa yang kami berikan ini dapat membantu bapa dan ibu berangkat ke Tanah Suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Dan, mudah-mudahan di tahun yang akan datang, bantuan tambahan dana ibadah haji ini dapat diberikan kepada dosen dan karyawan yang lainnya,” kata Andi Desfiandi.

Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., mengatakan dana bantuan ibadah haji ini, bagi yang sudah menunaikan Rukun Islam kelima dapat digunakan untuk ibadah umrah.

Firmansyah mengingatkan agar bantuan dana haji ini jangan digunakan untuk keperluan lain. “Dana itu dapat disimpan dalam Tabungan Haji. Kalau pun bapak dan ibu belum ada kesempatan berangkat haji, tapi niatan bapak dan ibu sudah dicatat sebagai ibadah haji,” kata dia.

Firmansyah melanjutkan, banyak sekali orang-orang di luaran sana, yang bekerja sebagai pemulung, kuli bangunan, dengan tekad yang kuat dan penuh kesungguhan untuk berangkat haji, setelah menabung 10-20 tahun, akhirnya mereka bisa berangkat juga.
“Kalaupun nanti bapak dan ibu tidak ada umur dan belum sempat berangkat haji, tabungan haji itu bisa menjadi warisan atau peninggalan anak-anak kita. Tapi, Insya Allah, bapak dan ibu tetap diberi kesehatan dan suatu saat tetap akan berangkat ke Tanah Suci,” kata Ketua Aptisi Wilayah II-B Lampung ini. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.