*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Wardi Saputra.

LAMPUNG – Semenjak ditinggal Orang Tuanya, Jamil (15), Warga Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat menjadi tulang punggung bagi kedua adiknya lantaran ayahnya sudah meninggal dunia karena sakit dan ibunya menikah lagi. Minggu, 03 Februari 2019.

Semenjak musibah yang dialami tersebut, Jamil sudah terbiasa mengurus makan minum beserta menyekolahkan adiknya Sahrodin yang masih kelas 3 (tiga) SD, dan Sahril yang masih berumur sekitar 8 tahun itu sudah menjadi tanggung jawabnya.

“Kami sudah lama tinggal di kebun dengan dua adik saya karna ayah saya meninggal pada tahun lalu dan ibu saya menikah lagi, namun kami tetap dijenguk oleh ibu saya walaupun seminggu sekali, dan selain kedua adik saya masih ada adik saya yang bernama Erwin, dia mondok di salah satu pondok kagungan, “ucap Jamil, saat dijumpai di perkebunan karet tempat mereka tinggal bersama Ketua pemuda (Kepalo Menganai) Tiyuh setempat, Minggu 03 Februari 2019 sekira Pukul 15.00 WIB.

Lebih jauh ,Jamil bercerita dari kedua adik-adiknya yang bersamanya, masih ada abang (Kakak) dan dua adiknya lagi.

“Kami 6 (enam) saudara, yang pertama abang saya namanya Agus, saya ini anak kedua dan empat adik saya yang tidak tinggal satu tempat lantaran ada satu adik saya yang di sekolah kan oleh warga Tiyuh Penumangan bapak Paksi, dan juga abang saya Agus jalan merantau ke Bandung karena di ajak temennya untuk kerja dan dia pun berangkat baru di awal tahun ini, “jelas dia.

Lebih jauh, Jamil menuturkan, Dirinya tinggal hanya bertiga dengan adiknya, setiap hari aktivitasnya menderes karet majikan yang hasilnya pun tidak menentu, kadang kalau hujan tidak ada penghasilan karena Batang Karet basah jadi tidak bisa dideres.

“Setiap pagi saya selalu mengantar adik saya sekolah ke SDN 1 Penumangan Baru, Usai mengantar adik saya pun melanjutkan pekerjaan saya, kadang sedihnya Usai mengantar adik saya sekolah sampai kebun hujan, jadi yang sudah saya deres itu hancur semua getahnya kena hujan, nah setiap menjual getah karet itu kan bagi dengan yang punya hasil, hasil dari kami berbagi dengan yang punya karet itu untuk kami beli beras beli alat-alat dapur dan juga untuk adik sekolah,”curah Jamil.

Jamil berharap kepada pemerintah agar bisa membantu adik-adiknya untuk melanjutkan Sekolah mereka.

“Karena saya pingin adik saya di pondokan, sebab saya tau berapa sulitnya jika menjadi anak tidak sekolah, seperti saya berhenti dari kelas 3 SD karena gurunya galak dan teman-teman saya suka membuli saya, harapan saya terhadap kedua adik saya jangan sampai mereka seperti saya tidak sekolah, Dari Dinas Sosial pernah mendatangi kami kesini dan saya ceritakan apa adanya,”Harap Jamil.

Ditempat yang sama, Sapriyadi Selaku Ketua Pemuda Tiyuh Penumangan, Meminta agar kiranya Pemerintah Baik Kabupaten Maupun Provinsi agar bisa membantu niat tujuan Jamil.

“Karena keinginannya untuk mewujudkan cita-cita adik-adiknya sangat besar, dengan melihat keadaan Jamil dan adik-adiknya yang tinggal di kebun karet tanpa orang tua sangat berharap bisa dapat Sentuhan dari pihak Pemerintah.”Cetus Sapriyadi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *