Mesuji, Korel.co.id — Warga Desa Wiralaga II datangi pihak PT. Bangun Tata Lampung Asri (BTLA) dikantornya yang terletak di desa Tanjung Menang Raya Kecamatan Mesuji Timur pada Hari Kamis (10/02/2022).

Kedatangan warga tersebut dalam rangka mempertanyakan terkait lahan yang menjadi permasalahan di Divisi 3 (tiga) dan Divisi 4 (empat) Desa Wiralaga II .

Warga yang berjumlah kurang lebih dari 50 orang tersebut dimpingi oleh kepala Desa Andresco beserta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, haji Mahmud, BPD beserta anggota, dan perangkat Desa. Kedatangan mereka disambut baik oleh Menejer PT. Bangun Tatalampung Asri ( BTLA) Bapak Patut di Aula kantornya serta didampingi oleh satuan pengamanan (satpam).

Dalam pertemuan ini , Kades Wiralaga II Andresco menyampaikan aspirasi masyarakat melalui musyawarah mufakat. ” Saya mewakili masyarakat menyampaikan hasil musyawarah mufakat kami ada beberapa poin yang ingin kami ajukan : 1.mengajukan permohonan kepada PT BTLA tentang penjelasan batas wilayah yang termasuk di dalam HGU kewilayahan desa wiralaga II., 2. Mengajukan permohonan kepada PT BTLA tentang kejelasan kemitraan ( plasma ) masyarakat yang selama ini tidak ada keterbukaan.,
3. Mengajukan permohonan kepada PT BTLA atas alas hak masyarakat yang tercantum Dalam perundang-undangan NKRI tentang penggunaan tanah masyarakat/tanah adat desa wiralaga II.,
4. Mengajukan permohonan kepada PT BTLA untuk memperkerjakan masyarakat Desa wiralaga II.,
5. Mengajukan permohonan kepada PT BTLA untuk penutupan aliran air primer kearah Desa wiralaga II, yang sangat mencemari perairan desa wiralaga II,” jelasnya.

Baca : PD IWO Lampung Utara Laksanakan Rakor Tentang Kinerja Di Tahun 2022

Dengan berita acara hasil musyawarah mufakat ini kami dari pemerintah desa diminta untuk menindaklanjuti dan mendukung masyarakat dalam mencari kebenarannya seperti apa, sampainya.

“Letak lahan yang menjadi pertanyaan dan menjadi permasalahan masyarakat itu ialah lahan di Divisi 3 (tiga) dan divisi 4 (empat) dilahan desa wiralaga II sampai di mana batas wilayah HGU PT BTLA ini,karena sudah sekian tahun perusahaan ini berjalan tapi masih belum ada warga yang sejahtera. menurut pepatah masyarakat wiralaga 2 kelaparan di lumbung sendiri,”ungkapnya.

Sementara pihak perusahaan yang diwakili oleh Menejer Bapak Patut mengatakan” kalo masalah ini saya tidak bisa menjawab terkecuali Bapak pimpinan Kami dan kebetulan Pimpinan kami lagi berada di luar kota sedang ada urusan pekerjaan. ” Untuk saat ini kami mohon maaf apa bila kedatangan saudara – saudara belum bisa mendapat jawaban yang diminta. Akan tetapi , nanti secepatnya akan saya sampaikan ke Pimpinan dan hasilnya seperti apa pasti nanti kami sampaikan ke Pak Kades .” tutupnya. (Sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.