Bandarlampung,Korel.co.id —- Dalam rangka menyongsong hari Pahlawan 10 November 2022 nanti, DPW Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN Lampung) diantaranya Prof. Damrah Khoir selaku koordinator pembina, Dra.Ratrimizni Melurinda,M.Pd. ketua GPAN Lampung, Lisa Rusmayanti, S.T. wakil sekretaris,Sunarti,S.Pd. koordinator bidang anak dan wanita, Jamaluddin, Novis, S.Pd. koordintor dan anggota bidang Media informasi , Kamis (03/11/2022) silaturahmi dengan Kolonel TNI(pur) Sunardi, S.Sos,M.H. selaku anggota dewan Kehormatan DHD (Dewan Harian Daerah) Gedung juang 45 yang juga sekaligus penasehat DPW GPAN Lampung bertempat di Gedung Juang 45 Provinsi Lampung di Bandar Lampung.

Dalam silaturahmi tersebut Prof. Damrah Khoir, mengatakan bahwasannya “pengurus GPAN tidak melupakan sejarah gedung juang 45 ini, dan dapat silaturahim dengan tokoh-tokoh pimpinan gedung Juang 45 Lampung. Ada perkataan bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah (JAS MERAH),” tutur Damrah melalui obrolan santai.

Pak Sunardi yang merupakan anggota dewan Kehormatan DHD gedung juang 45 membicarakan apa dan bagaimana visi misi gedung juang ini dan apa peranannya dalam pemerintahan dan mengatakan pengurus harian DHD 45 saat ini yang masih hidup tinggal satu orang yakni Bpk Ir. GN Soedarmedi yg saat ini sudah berusia 82 tahun, pak Soedarmedi pernah menjadi anggota DPRD lampung era 80 s/d 90an era Presiden Soeharto.

Pengurus GPAN beserta Kolonel TNI(Pur)Sunardi melanjutkan silaturahmi dengan pengurus Harian DHD gedung juang 45 dan diterima Bpk Ir. GN Soedarmedi didampingi istrinya di kediaman beliau di Teluk Betung Bandar Lampung. Dalam silaturahmi tersebut pak Soedarmedi berbicara panjang lebar tentang sejarah gedung juang 45 yg didirikan tahun 1972 yg sebelumnya merupakan gedung yang dipakai para pedagang Belanda mengumpulkan rempah rempah dan tempat pesta orang Belanda tempo dulu. “Tahun 2007 di renovasi oleh mantan gubernur Lampung Syahroeddin ZP, fungsi dari gedung juang 45 ini adalah tempat pembudayaan/pelestarian nilai nilai kejuangan 45 bagi masyarakat bangsa dan negara selain itu gedung juang 45 ikut membantu jalannya pemerintahan dalam berbagai bidang,”tutur pak Soedarmedi.

Namun sangat disayangkan sejak beberapa tahun ini gedung juang tidak lagi berjalan kegiatannya(mati suri) karena sangat kurangnya perhatian dari pihak pemerintah untuk jalannya aktivitas disana khususnya Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua GPAN Lampung Dra.Ratrimizni Melurinda, M.Pd. menyarankan agar Gedung juang 45 Lampung dapat dihidupkan kembali mengingat pentingnya peranan DHD Gedung juang 45 sendiri dalam pelestarian pembudayaan nilai nilai kejuangan 45 khususnya bagi generasi muda selaku pemegang estafet perjuangan dan kepemimpinan bangsa Indonesia yg tentu saja jangan sampai meninggalkan nilai-nilai kejuangan 45 dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Harapan pak Soedarmedi selaku pengurus DHD Gedung juang 45, “ada tongkat estafet yang tepat menggantikannya sebagai ketua DHD Gedung Juang 45 sehingga gedung tersebut terawat, ada cahayanya dan bermanfaat bagi masyarakat Lampung karena gedung ini merupakan simbol pejuang 45, namun saat ini pemerintah provinsi Lampung tidak memperhatikan untuk jalannya giat DHD Gedung Juang 45 sehingga mati suri, juga agar Gedung Juang 45 ini dapat berdaya guna untuk masyarakat Lampung, dikarenakan Gedung juang 45 merupakan salah satu aset daerah provinsi Lampung yang harus dijaga dan dilestarikan peninggalan sejarah tersebut,” tutur Darmedi. (Novis)