Tulang Bawang Barat , Korel.co.id — Pemerintah Tiyuh/Desa Gilang Tunggal Makarta Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dalam penyelenggaraan pembangunan dikabarkan tidak melibatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat.

Menurut penuturan Eef Saifullah saat diwawancarai di kediamannya pada Senin (11/10/2022) mengungkapkan bahwa dalam penyelenggaraan pembangunan pihaknya hanya ikut serta dalam musyawarah pembangunan desa (Musdes) saja, Sementara dalam pelaksanaan kegiatannya pihaknya sama sekali tidak dilibatkan.

“Kami ini cuma diundang waktu musdes nya saja kalau untuk pelaksanaan nya kami ini gak dilibatin sama sekali bahkan dari segi anggaran nya saja kami gak tau karena memang gak di liatin cuman musyawarah nya saja ,” Ungkapnya.

Dari wawancara yang dilakukan diketahui bahwa Tiyuh Gilang Tunggu Makarta saat ini sedang melakukan pekerjaan dibidang jalan usaha tani yang anggaran pelaksanaannya bersumber dari Dana Desa Tahun anggaran 2022.

Eef Saifullah mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembangunan itu menimbulkan sedikit konflik lantaran adanya ketidak sesuaian dalam menetapkan upah penjaga malam alat berat yang melibatkan dua orang masyarakat setempat, Diceritakan olehnya perselisihan itu berawal saat dua warga yang bekerja sebagai penjaga malam alat berat itu mengajukan kenaikan upah yang menurut mereka tidak sesuai karena mereka berdua harus menginap di Hutan dengan resiko yang tidak kecil.

Upah yang di berikan sekitar Rp.100.000 permalam untuk dua orang, namun pihak Pengelola kegiatan tidak mau menaikan upah untuk penjaan alat berat itu.

Alih-alih menuruti permintaan kedua orang penjaga itu Pihak pengelola pekerjaan justru mengganti kedua orang penjaga alat berat itu dengan orang yang baru anehnya Upah penjaga yang baru justru lebih besar yaitu sekitar Rp.150.000 permalam.

“Dua orang masyarakat yang di ganti itu, itu memang masyarakat yang membutuhkan jadi ya saya sebagai ketua LPM sangat menyayangkan itu karena yang tau keadaan masyarakat itu ya saya ,” Ucapnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa selama ini yang mengelola pekerjaan khusus nya yang menggunakan Dana Desa di Tiyuh Gilang Tunggal Makarta hanyalah orang orang itu saja.

“Ya orang orang itu lah yang ngerjain, saya memang selama ini dari tahun-tahun sebelumnya ya cuman okut musdes aja selebihnya enggak ,” Katanya.

Saat ditanyai mengenai alat berat yang di gunakan pada pekerjaan terbaru Eef Syaifullah mengaku tidak mengetahuinya sama sekali dengan alasan tidak diberitahu dan tidak dilibatkan.

“Saya demi Allah gak tau mas, Saya ini namanya aja yang LPM tapi ya gak dilibatin, bahkan saya sudah sempat ngomong sama mereka untuk digubarin aja LPM ini karena ya dari dulu dulu memang orang orang itu terus yang ngerjain kami LPM gak di libatkan ,” Ungkapnya dengan nada tegas.

Eef Saifullah menjelaskan bahwa LPM merupakan mitra daripada Tiyuh, hal itu sesuai dengan Permendagri no.18 Tahun 2018 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa. Yang mana disebut bahwa Lembaga Kemasyarakatan Desa adalah wadah partisipasi masyarakat, sebagai mitra Pemerintah Desa, ikut serta dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan, serta
meningkatkan pelayanan masyarakat Desa.

Sementara saat akan dikonfirmasi di Kator Pemerintah Tiyuh kepala Tiyuh/Desa Gilang Tunggal Makarta tidak ada di tempat, hingga berita ini diterbitkan pihak pemerintah Tiyuh/Desa tersebut belum di Konfirmasi. (Yoga)

One thought on “Pemerintah Tiyuh Gilang Tunggal Makarta Tak Libatkan LPM Dalam Penyelenggaraan Pembangunan”

Tinggalkan Balasan