Tulang Bawang, Korel.co.id — Antusias masyarakat yang tergabung dalam gapoktan “Garuda Bakti Nusantara” (GBN) mengadakan rapat terbuka dengan penyuluh pertanian yaitu Edi Supratman. Musyawarah tersebut diadakan di tempat Supri sebagai Ketua kelompok gapoktan yang terpilih, di Jalan PLN kelurahan ujung gunung, Kab Tulang Bawang, Kamis (06/01/2022).

Supri Selaku Ketua Garuda Bakti Nusantara Kabupaten Tulang bawang, mengatakan terimakasih atas kehadiran bapak PPL dan para anggota Gapoktan Garuda Bakti Nusantara yang telah hadir di kediaman kami.

” Perlu kami sampaikan bahwa Gapoktan Garuda Bakti Nusantara dengan jumlah anggota 47 orang ,” kata Supri.

Edi Supratman sebagai penyuluh pertanian mengucapkan selamat kepada anggota yang tergabung di gapoktan Garuda Bakti Nusantara.

Menurutnya, itu merupakan gerbang anggota gapoktan untuk menjemput fasilitas dan teknis yang akan diberikan dari pemerintah baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan maupun pemerintah kabupaten.

Ini artinya kata dia, kelompok tani seyogya nya dibentuk atau ditumbuhkan melalui penyuluhan.

” Beda tipis sih frasa kata dibentuk dengan frasa ditumbuhkan , kalau dibentuk itu oleh ketua sendiri atau penyuluh, sebaliknya kalau ditumbuhkan artinya prakarsa itu datang dari bawah atau anggota yang dengan niat dan tekad yang ada dari hati masing masing anggota kelompok tani dengan tujuan bergabung di kelompok tani ,” ucap Edi.

Baca : Jelang Pelantikan, APTISI Wilayah II-B Lampung Audiensi dengan Gubernur

Selain itu, Edi kemukakan tujuan kelompok tani sebagai wadah bersama-sama antar petani untuk menumbuhkan taraf hidup yang lebih baik dan makmur. ” Dengan bergabung di Gapoktan tentunya akan mendapatkan bimbingan teknis dari penyuluh, akan mendapatkan fasilitas dari pemerintah hingga kelompok tani memiliki peluang Setara dengan daerah daerah lainnya ,” papar Edi.

Lanjutnya, Kelompok Tani tentunya akan dinilai dan terbagi beberapa kelas pemula,lanjut, madya dan utama. “Level kelas Madya biasanya Salah Satu perwakilan kelompok tani akan dipilih untuk even even jambore nasional, dari perwakilan kelompok tani yang dipilih untuk menghadiri acara itu dan akan bertemu dengan petani di seluluh Indonesia, disana ada forum diskusi/teknis, dan dari situlah kita bisa menimba ilmu dan bertukar pikiran ,” urai Edi.

Masih kata Edi, kalau membentuk kelompok jangan untuk mendapatkan fasilitas saja. Jangan sekali kali kalau sudah di register jangan masuk ke kelompok lain, kalau itu di lakukan maka akan di deleate dari sistem komplain di BPP, Tegas Edi.

Bahkan ada satu kelompok hilang total, ada pergantian pengurus yang tidak melapor ke BPP Langkah selanjutnya, nomor register berwarna biru di gunakan untuk hak sebagai anggota, menerima bimbingan teknik, memperoreh fasilitas sesuai dengan konsep petani, seperti tanaman pangan, holtikurtura, perkebunan,peternakan,alat mesin pertanian dll, semuanya di tawarkan.

Kewajiban anggota ada kdrt yg harus dipatuhi, contohnya setiap rapat yang akan diselenggarakan harus dipatuhi,dan dihadiri apabila ada suatu rapat atau koordinasi untuk mewujudkan keputusan.

Selanjutnya, dia berharap, kelompok harus ada dana kas kelompok dengan cara variasi, patungan suka rela atau menyisihkan dana.
Contoh ; bantuan kelompok benih jagung, untuk membeli bibit tersebut harus memiliki kas, jika disuatu kelompok terdapat masalah sebaiknya diselesaikan dengan cara musyawarah . (Erdiansyah, MP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.