Korel.co.id , Tulang Bawang Barat — Kepolisian Resort Tulang Bawang Barat membenarkan adanya laporan polisi terhadap oknum kepala sekolah swasta atas adanya dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukannya terhadap salah satu siswanya berinisial D (14) yang diketahui duduk di kelas XII salah satu sekolah Swasta di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Hal itu disampaikan Kapolres Tubaba AKBP Sunhot P. Silalahi S.I.K, M.M melalui Kasat Reskrim Polres Tubaba AKP Fredi saat dimintai Informasi kebenaran tentang adanya laporan polisi yang dibuat oleh BD orang tua korban.

” Iya sudah Hari ini buat LP ,” Ucapnya saat dihubungi Via WhatsApp. Rabu (17-09-22, pukul 20.12 wib)

Sementara saat dimintai waktu untuk wawancara lebih lanjut AKP Fredi mengatakan bahwa dirinya sedang berada diluar.

” Tar ya soalnya saya lg diluar…yg jelas sudah buat LP di polres ,” kilahnya.

Saat diwawancarai dikediamannya BD orang tua korban menceritakan kronologi hari dimana anaknya D (14) mengalami kejadian yang tidak disangka-sangka. Berawal pada hari Rabu 16 Agustus 2022 sekira pukul 07.00 Pagi D (14) berpamitan kepada orang tua untuk berangkat kesekolah dengan mengendarai kendaraan roda dua seperti hari-hari biasanya.

Semenjak kepergian D (14) ke Sekolah Ibunda D (14) mengaku bahwa tidak ada firasat apapun terhadap anaknya Lantaran hal itu merupakan kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan seperti anak sekolahan pada umumnya.

Sampai pada tengah hari sekira pukul 12.00 wib waktu biasa dimana Putranya yang bersekolah tiba dirumah, Namun hari itu berbeda dari biasanya yang datang bukalah putranya D (14) justru malah salah seorang Guru yang diketahuinya bekerja di tempat putranya bersekolah.

Kepada wartawan ibunda D (14) menceritakan ucapan yang dikatakan oleh salah seorang guru tersebut kepadanya.

” Mana D tolong dibilangin kalau bawa motor gak usah geber-geber ,” ujar ibunda D (14) menirukan.

Kalimat yang disampaikan oleh salah seorang guru itu juga di dengar oleh ayah dari D (14) yang pada waktu itu sedang berada di rumah dan saat itu juga amarah kedua orang D (14) tersulut.

Usai menyampaikan itu salah seorang guru pun pergi meninggalkan rumah itu, tak berselang lama D pun tiba dirumanya. Emosi yang sudah tersulut langsung di lontarkan oleh kedua orang tua D (14) dengan memarahinya, namun kemarahan kedua orang tuanya itu reda seketika setelah anaknya memperlihatkan tangan sebelah kirinya yang lebam akibat adanya benturan benda keras.

D (14) pun menceritakan kepada kedua orangtuanya tentang peristiwa yang dialaminya saat pulang sekolah, yang mana Lebam pada lengan kiri putranya itu akibat perbuatan dari Oknum Kepala Sekolah yang memukulinya menggunakan bambu yang terikat kain berwarna Merah dan Putih seperti Bendera Indonesia. Pada saat itujuga ibunda D (14) langsung mendatangi sekolah dan bertemu dengan oknum kepala sekolah yang diduga telah melakukan pemukulan terhadap putranya.

Ibunda D (14) mengatakan bahwa keterangan yang disampaikan oleh oknum Kepala Sekolah tersebut kepadanya saat mendatangi sekolah itu, bahwa putranya itu sepulang sekolah saat mengendarai motor dijalan sambil menggeber-geber sampai-sampai suara kenalpotnya terdengar didalam ruangan guru, sehingga hal itu membuat oknum kepala sekolah keluar mengejar dengan menggunakan motor dan didapati D lah yang menggeber-geber motor hingga terjadilah Peristiwa pemukulan itu.

Disisi lain peristiwa itu ternyata terekam kamera secara tidak sengaja oleh salah seorang siswa yang juga bersekolah di tempat yang sama, Vidio berdurasi kurang dari 20 detik itu dengan cepat menyebar.

Saat dikonfirmasi dikediamannya D dan kedua orangtuanya itu membenarkan bahwa vidio yang tengah viral itu merupakan peristiwa yang dialaminya.

Selanjutnya usai video itu viral pada malam hari terdapat sejumlah guru yang datang ke rumah D untuk melihat kondisi D yang tak lama datanglah juga oknum kepala sekolah yang diduga melakukan pemukulan itu untuk melihat kondisi D sekaligus meminta maaf kepada d dan kepada kedua orang tuanya atas apa yang telah dia lakukan.

Orang tua d menjelaskan bahwa kedatangan oknum kepala sekolah itu bertujuan untuk meminta maaf dan mengajak untuk berdamai dengan menandatangani kertas putih yang dibawa oleh oknum kepala sekolah itu, Mengetahui hal itu orang tua D menolak untuk menandatangani surat tersebut dan juga menolak sebuah amplop putih yang menurutnya dugaannya berisikan sejumlah uang. Orang tua D (14) menegaskan bahwa dirinya sepenuhnya menyerahkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

BD orang tua korban berharap agar laporan nya terkait peristiwa yang di alami putranya ditangani secara serius dengan harapan mendapatkan keadilan, Karena menurut nya motor yang dikendarai oleh putranya D(14) masih menggunakan kenalpot standar sehingga tidak logis jika suara tersebut terdengar hingga ruang guru Sementara lokasi peristiwa dengan ruang guru berjarak cukup jauh. (Yoga).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.