Banten , Korel.co.id — Hari Santri tanggal 22 Oktober 2022 perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama Rajabasa Bandar Lampung ada enam orang yang dikenalkan melalui Dr. Muhammad Muslim Anshori berkunjung ke pendiri dan pembina MURRI yaitu Al-Mukarrom Abah Mochammad Djamhar Abdul Karim Al-Bantani Asy-Syafi’i Al Asy’ari hari Minggu 23 Oktober 2022 di Tangerang, Banten.

Mahabbah Ummat Rasulullah Republik Indonesia (MURRI) ada sejak tahun 2004, di wilayah kota Tangerang, Banten dan sekitarnya melalui pengajian keliling, hanya saja saat itu tanpa nama. Secara resmi terdaftar serta berbadan hukum dengan Akta Nomor : AHU-00494475. AH. 01.12. Tahun 2016 dengan notaris Hafid Abdul Azis, SH., M. Kn dan Milad tanggal 24 Desember 2004.

Milad 24 Desember 2016 bertepatan dengan Silaturahmi Temu Nasional di Gedung Simtudurror Kecamatan Ngunter Solo Raya sekaligus pada saat itu juga diadakan Maulid Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam. agar lebih berkah dan bisa dijadikan sosok teladan yang sempurna didalam persatuan dan perdamaian ummat.

Saat kami berkunjung dan menimba ilmu guru Al Mukarrom Abah Mochammad Djamhar Abdul Karim Al Bantani Assyafi’i Al Asy’ari dengan sosok yang sederhana namun ilmu pemahaman dan pemikirannya luar biasa.

Abah Jamhar mengatakan MURRI ,  ” Tersebar pendakwah-pendakwah MURRI dengan tulus ikhlas di Sumatera terdiri Aceh, Jambi, Bengkulu, Riau, dan khususnya murid sekaligus koordinator MURRI provinsi Lampung bapak Dr. Muslim Ansori, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, Luar Negeri, Malaysia Pak Boni Sena dan ibu Lis, Taiwan Nur Amaliyah Putri, Rositi Hongkong, dan ibu Darsini Taiwan,” ucapnya.

Abah Mochammad Djamhar penulis buku MURRI dalam tulisannya beliau bukanlah seorang ulama dan juga bukan seorang umaro tetapi hanya ditakdirkan membimbing para ulama, umaro dan ummat agar semuanya guyub bersatu padu.

Komunitas MURRI terbentuk dari berbagai kalangan dan profesi sehingga diistilahkan sebagai komunitas dari tukang becak sampai pejabat, dari kaum abangan sampai kaum santri atau priyayi bahkan dibeberapa majelis wilayah lain ada jam’iyyah dari non muslim. Berbagai ormas Islam dan nasionalis bergabung seperti NU (K.H.Hasyim Asy’ari Jombang), Muhammadiyah (K.H.Ahmad Dahlan Yogyakarta), Persis, (K.H.Ahmad Hasan Bandung), Al-Irsyad (Syekh Akhmad Surkati Jakarta), DDII (Dr.Muhammad Natsir Jakarta), Mathla’ul Anwar (K.H. Mas Abdurrahman, dkk.). Al washliyah (Syekh Hasan Ma’sum dkk. deli), Al-Ittihadiyah (Syekh Ahmad Dahlan, dkk Medan), Perti (Syekh Sulaiman ArRasuli dkk. Bukit tinggi), Nahdhatul Wathon (Tn.Guru Zainuddin Lombok Timur), Al-Khairat (Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri Palu), PUI (K.H. Ahmad Sanusi, dkk. Bogor), JATMI (K.H. Musta’in Romli dkk Magelang), JATMAN (Syekh Muslih Abdurrohmad,dkk.Mranggen), DMI (K.H. Raharjo Dikromo dkk Jakarta), MUI (Buya Hamka dkk Padang, eks FPI (Habib Riziq Shihab Jakarta), LDII (drs. Nur Hasyim dkk Kediri), Jamah Tabligh (Syekh M.Iyas Kandhlawi India), MTA (Ust.Sukirno Solo), Salafi (Abdul Wahab bin Abdurrahman Rustum, eks HTI (Syekh Taqiyuddin An Nabhani Palestina), dan eks NII (SM Kartosuwiryo Tasikmalaya), Pemuda Pancasila (Jend.AH Nasution Jakarta), BKPRMI (Toto Tasmara, dkk. Bandung), dll. Komunitas MURRI dikenal sebagai komunitas yang agamis dan nasionalis sehingga didalamnya terdapat kegiatan rutin, seperti : bakti sosial, pengobatan gratis, tanggap bencana alam, nikah massal, khitanan massal, ratiban (AlHadad, AlAthos dan Al-Idrus,) , Maulid Nabi Muhammad S.A.W. (Simtudurror, Al-Barzanji, Ad-Diba, AdDiyaul Lami’, Al-Adzab, Syaraful Anam, Marhabahaan dan Qosidah Burdah), Istighosah (Umum dan Ummat). Berbagai Manaqiban, Dzikir Manaqib, Ta’lim, Dzikir, Tabligh Akbar, Ziarah Kubro. Pengkaderan khotib dan imam, haol dll. sehingga dari berbagai kegiatan inilah ajaran Islam perdamaian dan persatuan ummat dapat tersebar luas. Motto MURRI adalah NKRI cinta damai sebab bersama dalam kebaikan adalah rahmat.

Koord Biro korel.co.id provinsi Lampung, Novis PM merupakan ketua DPC Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) kota Bandar Lampung yang ikut langsung ke lokasi untuk mengambil berita tersebut, ada yang unik yaitu salah satu metode unggulan MURRI dalam memperbaiki diri ummat, yaitu *BEDAH RUHANI* melalui Nur Muhammad sehingga bagi siapapun ummat yang ingin sungguh-sungguh memperbaiki diri dengan ketulusan hatinya maka biasanya oleh abah MURRI akan dipandu dan dibimbing taubatnya melalui bedah ruhani ini. Sekilas pengertian tentang bedah ruhani ala MURRI ini adalah sebagai berikut : didalam diri manusia ini terdapat hawa dan nafsu sehingga didalamnya terdapat sifat-sifat syajaroh (tanaman), Hayawan, Insani, syaithon, jin, iblis, malaikat, termasuk juga sifat-sifat Tuhan. Adapun sifat-sifat hayawan yang ada didalam diri manusia itu umumnya berbentuk cacing pita (makan dan minum dari unsur haram), cacing gelang (sombong), lintah (ribawi), semut merah(suka menyakiti sedikit demi sedikit dan terus menerus), semut hitam (kalau bergaul hanya kepada teman yang punya rezeki saja), kalajengking (sering menyakiti orang yang terlalu berlebihan), darah kotor yang tidak berbau (mandi haid yang tidak syah), ular ular panjang dimulut (pembohong), jentik nyamuk (memberi tapi masih berat dihati), rayap (mengambil keuntungan berjualan berlebihan), anjing (suka menggongong sana sini menjelkkan orang lain), burung (menyebarkan berita hoak), kambing bertanduk (suka menghasuk dan adu domba), kambing bertanduk (berbicara banyak tapi tak ada manfaatnya), macan (kalau marah suka mengamuk), kera (serakah dan meghalalkan segala cara demi tujuan tercapai), babi (rakus, haram, halam, syubhat, ribawi diambil), katak (sering berpindah dalam berguru), kadal (sering sembunyi dan sulit dicari saat diperlukan, tupai (Sering jalan-jalan yang tidak ada tujuan ibadahnya), gajah (bodyguard selalu paling depan apabila siapapun ada masalah sehingga terkesan sombong dan merasa, belut (licin dan selalu menghindar karena bohong atau hutang dan lari dari tanggung jawab), garam (selalu haus akan duniawi sehingga yang ada tidak ada disyukuri dan yang belum ada kefikiran), kursi didada (merasa paling baik, sombong, bangga), dll.  “Lamanya bedah ruhani ini sekitar 7 menit hanya saja yang lama itu adalah membimbing taubatnya ummat, sebab masing-masing ummat ketika bertaubat tidak dengan ketulusan hatinya maka sangat diharapkan bagi siapa yang ingin dibedah ruhaninya itu adalah kesiapan dalam bertaubat dengan ketulusan hatinya. Allah berfirman dalam surat Al Baqoroh ayat 222 yaitu sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala menyukai serta memuliakan orang-orang yang bertaubat (dari segala dosa dan maksiat) dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri (dari segala kotoran zhahir maupun batin) oleh karena itu, apabila kita ingin mendapatkan cinta dari Allah Subhanahu wa ta’ala maka harus mengistiqomahkan taubat dan membersihkan diri lahir maupun batin, “ucap abah Mohammad Jamhar.

Abah Mohammad Jamhar mengatakan bahwasannya semoga akhlak dinegeri ini semakin membaik, motto MURRI adalah Perbaiki dirimu dan pada saat yang sama ajaklah orang lain untuk memperbaiki dirinya juga dengan ketulusan hatinya masing-masing sebab dizaman sekarang ini banyak ummat yang mengatakan Mahabbah kepada nabi Muhammad dengan berbagai kegiatan-kegiatan seperti mengadakan Maulid nabi Muhammad memperbanyak sholawat, mengadakan santunan, tetapi kenyataannya sesama ummat dan ormas tidak saling mahabbah sehingga saling marah, saling sakit hati, saling dendam, curiga, prasangka, saling menyesatkan, saling membid’ahkan, saling mengkafirkan dll. Maka sifat-sifat seperti nabi Muhammad sangatlah jauh dari nilai-nilai Mahabbah nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam yang Rahmatan Lil ‘Alamin apalagi Mahabbah (cinta) kepada Alloh.

Pak Dr. Muslim Ansori, mengatakan tujuannya adalah untuk silaturahmi kepada guru beliau dan mengajak enam rekannya ke Abah Mochammad Djamhar Abdul Karim AlBantani AsSyafii Al Asy’ari adalah untuk minta do’a restu menyebarkan kebaikan, rahmat dengan membimbing, mengajak ummat untuk bertaubat, mengadakan pembacaan rutin Istighosah dan Maulid di Lampung sehingga pribadi-pribadi masyarakat dan keluarga serta masyarakat Lampung mendapatkan keberkahan, keselamatan, rahmat, ampunan dan pertolongan, ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Sayyidina Abu Bakar AsShidiq RA berkata, barang siapa membelanjakan satu dirham (uang emas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi Muhammad, maka ia akan menjadi temanku di Jannah . Sayyidina Umar bin Khottob berkata : “barang siapa mengagungkan Maulid Nabi Muhammad maka sesungguhnya Ia telah menghidupkan Islam”. Sayyidina Usman Ali Bin Abi Tholib, R.A berkata Barang siapa mengagungkan Maulid Nabi dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan Maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam Jannah Tanpa Hisab”.

Dalam hadist qudsi dikatakan “Seandainya tidak ada Engkau Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam sungguh aku (Allah Subhanahu wa ta’ala) tidak akan menciptakan alam semesta ini”.

HR Imam Bukhori dan Imam Muslim berkata “Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain”.

Maka itu marilah kita bersatu padu memperbaiki diri melalui wadah ini, sebab MURRI hadir disaat situasi kondisi agama dan negara sedang diuji dan diguncang dengan berbagai fitnah dan tindakan provokasi dari berbagai pihak baik dari dalam maupun dari luar. Maka itu pandanglah buatan Allah pada setiap makhluk yang Allah ciptakan agar bisa saling asah, asih, asuh antar sesama ummat dan anak bangsa di NKRI tercinta ini. Apabila gerakan taubat nasional dan persatuan bisa dilakukan dan diwujudkan , Insya allah tentang perbaikan akhlak Rahmatan Lil ‘Alamin disegala bidang bisa menjadi kenyataan pada hari esok.

Pewarta Novis, PM

Tinggalkan Balasan