Tulang Bawang Barat , Korel.co.id — Kebijakan dengan mewajibkan terlibatanya masyarakat Desa secara menyeluruh dalam penyelenggaraan pembangunan merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk memberdayaan masyarakat Desa, Selama tahun 2020 sampai tahun 2022 fokus terbesar penggunaan Dana Desa adalah untuk menanggulangi wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berdampak kepada berbagai sendi kehidupan masyarakat baik aspek sosial, ekonomi, kesejahteraan masyarakat maupun budaya dan
telah menimbulkan korban jiwa, serta kerugian material. Jumat (12/01/2024)

Seiring dengan berjalannya waktu, pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) semakin terkendali sehingga berimplikasi terhadap perubahan arah kebijakan penggunaan Dana Desa. Dilihat dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023, Penggunaan Dana Desa lebih difokuskan untuk pemulihan ekonomi, peningkatan sumber daya
manusia dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan tetap memperhatikan permasalahan yang masih mengemuka seperti penanganan stunting, pelaksanaan padat karya tunai Desa, pengembangan ekonomi Desa serta, penanganan bencana alam dan nonalam yang sesuai kewenangan Desa.

Permendes PDTT Nomor 8 Tahun 2022 yang mengatur tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023 didalamnya juga terdapat pedoman umum pelaksanaan penggunaan Dana Desa tahun 2023 yang dimaksudkan untuk memberikan arahan dalam pelaksanaan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023.

Pasal 7 – 11 pada BAB III Peraturan itu menjelaskan secara spesifik penetapan prioritas penggunaan Dana Desa bahwa dalam penggunaan nya Dana Desa dilaksanakan melalui swakelola dengan mendayagunakan sumber daya lokal Desa, Swakelola sebagaimana dimaksud dapat dilakukan dengan cara kerja sama sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

baca : Kapolsek Kembangan Berbagi Ilmu dan Inspirasi di Sekolah Non Formal Slum Area

Namun, pada kegiatan yang dilaksanakan secara Swakelola pelaksanaannya diutamakan menggunakan pola Padat Karya Tunai Desa dengan mengutamakan
pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal, hal itu merupakan langkah pemerintah dalam memberi lapangan pekerjaan kepada masyarakat Desa.

Perlu diketahui bahwa Padat Karya Tunai Desa adalah kegiatan yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Desa, khususnya masyarakat miskin dan marginal, namun masih bersifat produktif yang selanjutnya diberikan upah/pendapatan dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa. Menariknya, dalam peraturan tersebut telah ditetapkan paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari dana kegiatan Padat Karya Tunai Desa untuk upah pekerja.

Pada Tahun 2023 Tiyuh/Desa Totokaton Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat (TUBABA) Lampung di tetapkan sebagai Tiyuh/Desa dengan kinerja Terbaik, hal itu bedasarkan hasil penilaian dari dua unsur yaitu kriteria utama dan kriteria kinerja, oleh karena itu Tiyuh/Desa Totokaton mendapat Formula Alokasi Kinerja sebesar Rp. 260.949.000.

Dalam Kriteria Kinerja terdapat dua indikator yang menjadi objek penilaian yaitu Indikator wajib dan Indikator tambahan, terdapat 4 (empat) pengelompokan bobot kategori pada indikator wajib yang mengatur penggunaan Dana Desa secara presenantase , Sementara indikator tambahan juga dikelompokkan menjadi 4 kategori namun lebih kepada administrasi, kelengkapan atau keberadaan peraturan desa dan kepastian hukum misalnya seperti keberadaan Peraturan Desa mengenai rencana kerja Pemerintah Desa dan perubahannya tahun
anggaran 2022.

baca : Polres Way Kanan Siapkan Layanan Kesehatan Bagi Tenaga Lipat dan Sortir Surat Suara Pemilu 2024

Tidak hanya itu penetapan Tiyuh/Desa Totokaton sebagai Tiyuh/Desa berkinerja baik juga dinilai dari sejumlah komponen diantaranya adalah Persentase belanja untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa terhadap total Dana Desa tahun anggaran 2021, Persentase belanja untuk padat karya tunai Desa terhadap Dana Desa tahun anggaran 2021, Persentase belanja untuk penanganan stunting terhadap Dana Desa tahun anggaran 2021, Persentase belanja untuk ketahanan pangan dan hewani terhadap Dana Desa tahun anggaran 2021 serta penilaian atas Capaian keluaran Dana Desa yang dialokasikan untuk tenaga kerja dari Desa setempat yang
dilibatkan dalam pembangunan Desa dari Dana Desa tahun anggaran 2021.

Akan tetapi baru ini beredar isu yang tak mengenakan untuk didengar, terdengar kabar bahwa penyelenggaraan pemerintahan Tiyuh/Desa Totokaton saat ini diduga Carut marut mulai dari kabar Sekretaris Desa jarang ngantor, Pejabat Bendahara Desa gonta-ganti bahkan yang lebih parahnya lagi saat pihak inspektorat Tubaba melakukan Pemeriksaan terkait kebenaran Realisasi Dana Desa Pj Kepala Tiyuh, Sekretaris Tiyuh, Bendahara Tiyuh, Kaur Perencanaan Tiyuh hingga ke Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kompak tidak masuk Kantor, tak sampai situ lagi hal serupa pun kembali terulang saat pihak kecamatan Batu Putih melaksanakan monitoring dan evaluasi rutin, hal tersebut memperparah tata kelola Pemerintahan Tiyuh, akibatnya sejumlah dugaan muncul bahkan kecurigaan kami menguat saat TPK Tiyuh Totokaton yang diketahui bernama Ijek alergi dengan Wartawan.

Meski sulit untuk menemui TPK, sejumlah informasi kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2023 berhasil dihimpun akan tetapi realisasi nya hanya berupa kegiatan fisik diantaranya, Pembangunan Drainase, Pengerasan Jalan Usaha Tani, Pemeliharaan dan Pelebaran jalan usaha tani, Peningkatan Jalan Onderlaght.

Adanya kejanggalan dari papan informasi pembangunan yang terpasang yang mana tidak satupun berisi keterangan metode pelaksanaan.

Warga dilokasi pembangunan berhasil diwawancarai, tak butuh waktu lama kejanggalan itupun terjawab. Dari informasi yang diperoleh masyarakat disekitar pembangunan dikerahkan untuk bergotong royong.

baca : Urgensi Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda: Membangun Partisipasi Demokratis

Dari ceritanya, pria yang mengaku bernama Suratmin itu tampak senang lantaran jalan pertanian didepan rumahnya diperlebar, dirinya menceritakan jalan tersebut memang kerap dilintasi petani namun kondisinya hanya selebar kurang lebih 4 meter, setelah dilakukan pemeliharaan dan pelebaran oleh pemerintah tiyuh dan melihat kondisi jalan yang sekarang Suratmin mengaku senang, Sehingga dirinya mengapresiasi kinerja Pemerintah Tiyuh/Totokaton.

Saat diwawancarai lebih lanjut mengenai peranya dalam pembangunan tersebut dirinya mengaku tidak terlihat, namun sebagai masyarakat dirinya ikut bekerja untuk merapihkan badan jalan.

“Ya ini kami masyarakat disini Gotong-royong bawa cangkul masing-masing ngerapiin ini, ya cuman itu aja kalau kerja bener ya disini terlibat disini secara penuh ya enggak.” Ucapnya

Saat ditanyai mengenai kegiatan Gotong-royong yang mereka lakukan Suratmin mengaku bahwa kegiatan tersebut benar kegiatan sosial, Disinggung mengenai adanya upah yang diberikan sontak raut wajah Suratmin terkaget.

“Upah apa mah, siapa yang mau bayar, ini kami setiap jumat Gotong-royong disini bener cuman istilahnya kegiatan sosial aja, Tapi memang pak RK sama pak RT yang kasih informasi ke warga-warga.” Terangnya

Mendengar penjelasan dari awak media yang menceritakan mengenai adanya kegiatan Padat Karya Tunai yang merupakan masyarakat setempat untuk dilibatkan dalam pembangunan kemudian diberikan upah, Suratmin tampak heran. Dari pengakuannya dirinya tidak pernah diberitahu soal apa itu Padat Karya Tunai bahkan dirinya baru sekali mendengar.

baca : Tari Melinting Hingga Atraksi Isi Parade Budaya PMM 3 IIB Darmajaya

“Ya gak tau saya kalau ada yang begitu, denger nya aja baru ini.” Ucapnya.

Bedasarkan dari sejumlah informasi yang dihimpun didugaan adanya permasalahan pada proyek kegiatan dari Dana Desa tersebut bahkan Informasi mengenai masyarakat sebagai peserta Padat Karya Tunai sulit di telusuri, Bahkan untuk menggali informasi akurat Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sangat sulit dijumpai.

langkah lain untuk mendapatkan informasi akurat bedasarkan data dan fakta Tim akan berkoordinasi dengan Pihak Kecamatan Batu Putih, mengingat prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2024 tetap memprioritaskan Padat Karya Tunai. (yoga)

Loading