Kota Metro , Korel.co.id — ‘Menata Hati Tingkatkan Kekeluargaan’ menjadi pusat perhatian dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh keluarga UM Metro. Acara yang diadakan pada hari Rabu , 03 April 2024 di Masjid Baitul Hikmah Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Metro pada bulan Ramadan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi di antara anggota keluarga serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga hati dan kebersamaan dalam memperkuat ikatan keluarga. Dalam suasana yang penuh kehangatan, anggota keluarga UM Metro berkumpul untuk berbagi momen kebersamaan sambil menikmati hidangan berbuka puasa bersama, sembari merenungkan nilai-nilai kekeluargaan yang kian penting di tengah dinamika kehidupan modern.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menikmati hidangan lezat, tetapi juga sebagai wadah refleksi bersama tentang pentingnya menjaga hati dan sikap saling menghargai di dalam keluarga. Dengan tema “Menata Hati Tingkatkan Kekeluargaan,” UM Metro menekankan bahwa keharmonisan keluarga tidak hanya terwujud melalui ikatan darah, tetapi juga melalui kesadaran untuk saling mendukung, memahami, dan menghargai satu sama lain.

Diharapkan kegiatan ini akan memberikan inspirasi dan semangat bagi seluruh anggota keluarga UM Metro untuk terus memperkokoh kebersamaan dan menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih dan harmonis.

Baca : Sanlat dan Bagi-Bagi Takjil SMA Utama 2 Bandar Lampung

Kegiatan buka puasa bersama ikut dihadiri Ustadz H.Kustono,S.Ag sebagai Ketua PDM Kota Metro , Guru Besar UM Metro Prof. Dr. Marzuki Noor, MS , Pengurus BPH , Rektor UM Metro , Wakil Rektor UM Metro , Seluruh Dekan dan Kaprodi Fakultas , Direktur Pascasarjana , Seluruh Undangan Dosen dan Pegawai UM Metro.

Dalam sambutan kegitan buka puasa bersama Keluarga Besar UM Metro disampaikan oleh Bapak Rektor UM Metro Dr.Nyoto Suseno, M.Si , bahwa Ramadhan ini mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan puasa Ramadhan ini dengan baik.
“24 Ramadhan 1445H dan InsyaaAllah ini puasa ke 24,yang tinggal 6 hari lagi , InsyaaALLAH kita menyelesaikan Ramadhan ini. Mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan puasa Ramadhan ini dengan baik dan mendapatkan nilai puasa yang maksimal,” tuturnya.

Dalam acara Berbuka Puasa Bersama Keluarga UM Metro , diadakan Tausyiyah Ramadhan oleh Ustadz H.Kustono,S.Ag sebagai Ketua PDM Kota Metro tentang 3 Macam Hati

Baca : Guru Besar IIB Darmajaya Jadi Reviewer Nasional Program Penelitian Kemdikbudristek RI

1. HATI YANG SEHAT(QALBUN SALIM)
Orang-orang yang memilik hati ini akan selamat pada hari kiamat, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla:
(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tiada lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allâh dengan hati yang bersih. [Asy-Syu’ara’/26: 88-89].
Disebut qalbun salîm (hati yang selamat; sehat) karena sifat selamat dan sehat telah menyatu dengan hatinya. Di samping, ia juga merupakan lawan dari hati yang sakit.
Beragam penjelasan tentang makna qalbun salîm, namun semuanya terangkum dalam penjelasan berikut. Qalbun salîm adalah hati yang bersih dan selamat dari berbagai syahwat yang berseberangan dengan perintah dan larangan Allâh; Bersih dan selamat dari berbagai syubhat yang menyelisihi berita-Nya. Ia selamat, tidak menghambakan diri kepada selain-Nya, tidak menjadikan hakim selain Rasul-Nya; Bersih dalam mencintai Allâh Azza wa Jalla dan dalam berhakim kepada Rasul-Nya; Bersih dalam rasa takut dan berharap kepada-Nya, dalam bertawakal kepada-Nya, dalam bertaubat kepada-Nya, dalam menghinakan diri di hadapan-Nya, dalam mengutamakan mencari ridha-Nya di segala keadaan dan dalam menjauhi kemurkaanNya dengan segala cara.
2. HATI YANG MATI
Hati yang mati, hati yang kosong dari kehidupan. Ia tidak mengetahui Rabbnya, apalagi beribadah kepada-Nya. Ia selalu menuruti keinginan nafsu dan kesenangan dirinya, meskipun akibatnya ia akan dimurkai dan dibenci Allâh Azza wa Jalla . Ia tidak peduli dengan apapun, yang penting bagi dia adalah keinginan dan syahwatnya terpenuhi. Ia menghambakan diri kepada selain Allâh, dalam cinta, takut, berharap, ridha dan benci, pengagungan dan kehinaan. Jika ia mencintai, ia mencintai karena hawa nafsunya. Jika ia membenci, ia membenci karena nafsu. Jika ia memberi, ia memberi karena nafsu. Ia lebih mencintai dan mengutamakan hawa nafsunya daripada keridhaan Rabbnya. Hawa nafsu menjadi pemimpinnya, syahwat komandannya, kebodohan adalah sopirnya, kelalaian adalah kendaraannya. Ia terbuai dengan pikiran untuk mendapatkan tujuan-tujuan duniawi, mabuk oleh hawa nafsu dan kesenangan semu.

Baca : Guru Besar IIB Darmajaya Jadi Reviewer Nasional Program Penelitian Kemdikbudristek RI

Ia tidak mempedulikan orang yang memberi nasihat, ia terus mengikuti setiap langkah dan keinginan setan. Dunia terkadang membuatnya benci dan terkadang membuatnya senang. Hawa nafsu membuatnya tuli dan buta.
Maka membaur dengan orang yang memiliki hati semacam ini. Bergaul dengannya adalah racun dan menemaninya adalah kehancuran.
3. HATI YANG SAKIT
Yang ketiga adalah hati yang hidup tetapi sakit. Ia memiliki dua unsur yang saling tarik-menarik. Ketika ia berhasil memenangkan pertarungan itu, berarti di dalam hatinya sedang ada rasa cinta kepada Allâh, keimanan, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Itulah nutrisi kehidupan hati. Di dalam hati yang sakit juga ada kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya, dengki, takabbur, bangga diri, cinta jabatan dan membuat kerusakan di bumi. Inilah unsur yang menghancurkan dan membinasakan hati. Ia diuji oleh dua penyeru, yang satu menyeru kepada Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya serta hari akhirat, sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat. Dan ia akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat dari dirinya.

Setelah Tausyiyah Ramadhan oleh Ustadz H.Kustono,S.Ag acara selanjutnya ditutup dengan Pemberian Santunan Bantuan Yatim Piatu untuk 2 penerima dari LazisMu UM Metro , Buka Puasa Bersama Keluarga Besar UM Metro , Makan Malam. (red)

Loading