Bandarlampung, Korel.co.id — Puluhan mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengikuti Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) bertempat di Aula Rektorat Lantai III Gedung H. Alfian Husin pada beberapa hari lalu.

LKMM-TD mengusung tema ”Menjadikan Organisasi Kemahasiswaan Agen Perubahan Informatif, Kreatif, Solutif dan Memiliki Dampak serta Berperan dalam Masyarakat”. Kegiatan diikuti perwakilan Orkem di IIB Darmajaya dengan jumlah sebanyak 50.

Ketua Pelaksana LKMM-TD Raihan mengatakan kegiatan LKMM-TD merupakan bagian dari agenda tahunan program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IIB Darmajaya. “Terima kasih kepada seluruh orkem yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ungkap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Baca : Internasionalisasi Kampus, Darmajaya Hadirkan Pengajar BIPA dari Swiss

Raihan Arrasyid menerangkan setelah pelaksanaan LKMM-TD juga akan digelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM). “Semoga dengan kegiatan ini juga dapat menambah wawasan dari rekan-rekan mahasiswa,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden BEM IIB Darmajaya, Muhammad Ilham Januaria, mengatakan LKMM-TD program BEM in Action dengan menghadirkan pemateri Davit Kurniawan, S.Kom. “Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki kritis, kreatif, solutif kepada bangsa dan masyarakat,” ungkapnya.

Janu – biasa dia disapa – menyampaikan terima kasih kepada kampus yang telah memfasilitasi kegiatan BEM in Action LKMM-TD. “Semoga mahasiswa mendapatkan banyak pengetahuan dari pembicara kegiatan ini,” ujarnya.

Baca : PKS Kembali Lantik 53 Anggota Dewan Pakar, Mayoritas Purnawirawan TNI-Polri

Sementara, Wakil Rektor 3 Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan mahasiswa harus memiliki kompetensi unggulan untuk bersaing dengan yang lainnya. “One person ten competence sehingga competitive advantage juga berjalan,” ucapnya.

Dengan upgrade skill dan solutif, lanjut dia, mahasiswa menjadi unggul ketika menjadi lulusan nantinya. “Silakan Anda kritis namun juga dengan solusi. Bukan destruktif tetapi dengan pemikiran yang konstruktif untuk pembangunan bangsa dan negara,” tutupnya. (**)

Loading