Lampung Utara, Korel.co.id – Kekeringan yang melanda Sebagian wilayah di Indonesia membuat sebagian Warga mengalami Krisis Air bersih, seperti yang terjadi pada Beberapa Desa di Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara. Sabtu,9 November 2019.

Dampak kekeringan yang terjadi sejak beberapa bulan silam membuat puluhan warga di Desa Bumi Restu dan Desa Bumi Jaya terpaksa Harus rela mengantri untuk mendapatkan air bersih dari sumur yang terletak di rumah Bambang Agianto Kepala Desa Bumi Restu.

Dari pantauan awak media, Sejak subuh hingga malam hari puluhan warga mengantri dengan membawa peralatan ember dan Drigen untuk menampung dan mendapatkan air bersih yang terkadang nyaris berebutan untuk saling mendahului.

Warga yang mengantri terdiri dari bapak-bapak,anak-anak,dan ibu rumah tangga hanya untuk mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari seperti memasak dan mencuci serta keperluan rumah tangga lainnya.

Akibat dari kemarau yang berkepanjangan dan mengakibatkan krisis air bersih ini, sebagian warga mengeluh dan meminta kepada Pemerintah Daerah segera mencarikan solusinya.

Seperti di ungkapkan Warsimin, seorang warga setempat kepada Pewarta” Krisis air bersih ini sudah berlangsung selama 4 bulan” kami warga terpaksa harus mengantri sejak subuh bahkan terkadang hingga larut malam demi mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari rumah tangga, keluhnya.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk menyalurkan program bantuan pembuatan Sumur Bor, pasalnya sumur bor yang ada banyak yang mengalami kerusakan dan tak berfungsi lagi, ujarnya.

Senada yang di sampaikan Oleh Bambang Agianto Kepala Desa Bumi Restu” akibat musim kekeringan ini, saya menghimbau kepada warga yang membutuhkan Air bersih untuk mengambilnya di rumah saya, Allhamdullillah air di rumah saya cukup berlimpah, bahkan warga dari Desa tetanggapun ikut menikmatinya” saya berharap kepada Pemerintah Daerah untuk segera mencarikan solusinya, baik berupa bantuan sarana air bersih atau penambahan pembangunan sumur bor baru pada titik yang sering terjadi krisis air bersih, pungkasnya.

Laporan Wartawan Juwaeni / Tim .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *