LampungUtara,korel.co.id —  Masih terniang rasa sedih pasangan suami,istri yaitu Memen dan Halimah mengalami duka yang sangat mendalam karena harus kehilangan buah hatinya, selama tiga tahun menanti si buah hati, yang akhirnya lahir dan harus kembali dengan cepat kehadapan sang pencipta.
Halimah ibu muda yang beraktifitas sebagai tenaga honorer guru yang sebelumnya mengalami pecah ketuban di sekolah, dan akhirnya di antar oleh beberapa dewan guru ke sebuah klinik Bidan RY di Desa Tulung Balak Kecamatan Tanjung Raja.Kamis,19 Maret 2020 .

Di klinik Ry Halimah melahirkan anak pertamanya pada hari kamis 05 Maret 2020, namun kelahiran si bayi sungsang menyebabkan proses persalinan sulit, RY selaku bidan harus meminta bantuan kepada HY dalam penanganan persalinan terhadap Halimah.

Akhirnya persalinan berhasil, bayipun lahir, namun sang bayi mengalami lebam di kaki pinggang dan di pelipis mata, keadaan sang bayi mengkhawatirkan sehingga bayi harus di larikan kerumah sakit. Sang bayipun di bawa ke rumah sakit oleh keluarga pasien,mirisnya bayi yang baru lahir di bawa tanpa ada pendampingan oleh bidan atau tenaga medis bahkan Armada yang dipakai dalam kondisi daruratpun memakai kendaraan orang. “Karena mobil ambulance fasilitas puskesmas tidak ada di tempat dan tidak ada sopir,”Ujar bidan terhadap keluarga Memen.

Dan yang amat prihatin lagi,dengan keadaan genting saat itu bidan tidak memberikan surat rujukan melainkan menyuruh bawa ke Rs bersalin Maria Regina dengan nada tinggi
Bidan tersebut dengan berbahasa semende berkata. ”Bawalah! aku dak sanggup merawatnye bawa lah keluah,”Katanya dengan bahasa kesehariannya.

Kakek bayi pun bertanya, di bawa kemana?, Bidan menjawab, aku lah ngebel Dr RS bersalin maria regina.
Sehingga bayi pun di bawa ke RS Maria regina.

Si bayi sempat di rawat dulu di RS bersalin maria regina, yang akhirnya dari rumah sakit RS bersalin maria regina menyuruh keluarga bayi untuk membawa bayi ke rumah sakit lain.
Sehingga keluarga bayi membawa bayi ke rumah sakit di bandar lampung, setiba di bandar lampung keluarga bayi merasa seperti orang terlantar sulit untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit yang bisa menerima pasien bayi.

Dan pada akhirnya pasien di terima RS Imanuel selama lima hari bayi di rawat di RS Imanuel,dan di hari ke lima si bayi meninggal. Atas kejadian dan yang di alami oleh bayi, Memen selaku ayah bayi melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Tanjung Raja.

Saat awak media pada hari rabu,18 Maret 2020 menghubungi untuk konfirmasi kepada HY suami bidan RY melalui via telp dan WA, terkait jalannya persalinan yang melibatkan HY, yang di sampaikan oleh Memen dan Halimah orang tua, Almarhum Bayi. Kiriman chat WA yang dikirimkan terlihat tanda di terima tapi HY tidak memberikan komentar.

Dan lain sisi pada hari selasa 17 Maret 2020. Dr Maya Metisa selaku Kadis kesehatan lampung utara saat konfirmasi terkait HY suami Bidan RY yang ikut membantu jalan nya persalinan bayi Halimah.
Dr Maya Metisa berkata,” Sebetulnya kalau suami nya ibu Reli itu tidak di benarkan, kecuali suami bersangkutan yang membantu, untuk
Support ibu hamil, yang jelas tidak di perbolehkan.”Ujar Dr Maya Metisa.

(Tim AJOI Lampura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.