Tubaba , Korel.co.id — Galih(12) merupakan anak ketiga dari pasangan bapak M.Badarudin dan ibu Suprihatin,merupakan Warga Tiyuh Margo Mulyo Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat (TuBaBa), yang saat ini menderita sakit tumor jinak dilihat dari kondisi anak tersebut sangatlah memprihatinkan dan saat ini dirinya sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah daerah setempat.

Ibunda Galih, Suprihatin menceritakan anaknya mengeluhkan rasa sakit sejak kelas 1 SD, saat itu pernah di bawa oleh keluarga ke puskemas Daya murni di rujuk kembali ke rumah sakit Assyifa daya murni di rujuk kembali di rumah sakit Islam asy-syifa bandar jaya dari hasil observasi pihak rumah sakit galih mengidap penyakit tumor sehingga di rujuk lagi ke rumah sakit Abdul Moeloek bandar Lampung pihak rumah sakit memberikan jadwal untuk datang kembali ke rumah sakit. akan tetapi saat datang dengan jadwal yang telah di tentukan rumah sakit dokter yang akan menangani galih tidak ada sehingga keluarga membawa galih pulang dan hendak ingin berangkat lagi untuk pengobatan galih terkendala oleh wabah covid-19 yang sedang melanda saat itu.

“Di RS Islam Asy-Syifaa Bandar Jaya anak saya di rontgen hasilnya ada tumor,di rujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek sudah di CT Scan di berikan jadwal untuk kesana lagi ,kita kesana lagi tidak bertemu dengan dokter spesialis, saat kita mau melakukan pengobatan lagi udah covid 19 yang saat itu masih marak-maraknya ,” ujarnya , Senin (24/10/2022).

Dirinya juga mengatakan, selama kepulangan dari rumah sakit tahun 2019 dan belum di lakukan penindakan kepada penyakit yang di alami anaknya. Hingga Galih sudah duduk di kelas 4 Sekolah Dasar yang ada di tiyuhnya,pemerintah kabupaten yang telah memberikan kewenangan kesehatan untuk masyarakat melalui Dinas Kesehatan TuBaBa baru berkunjung kepada galih baru-baru ini.

“Sekarang galih udah kelas 4 SD, Kalau untuk petugas kesehatan yang datang kerumah selama galih sakit dulu, cuman baru-baru ini saja ada yang Dateng petugas kesehatannya ,”Ucapnya.

Pada tanggal 23/10/22 pukul 15:00 galih kembali di bawa keluarganya ke rumah sakit asy-syifa Daya Murni TUBaBa karena mengeluarkan darah dari hidungnya, dan Galih pun harus di rawat di sana selama tiga hari. pembengkakan di wajah sebelah kirinya membuat dia mengalami penurunan untuk penglihatannya.

” Minggu kemarin itu jam 3 dia mimisan kita bawa Rumah Sakit Asy-Syifa di sana di rawat selama 3 hari, sekarang galih mata sebelah kirinya sudah tidak bisa melihat dengan jelas lagi ,” paparnya.

Ibu Suprihatin menjelaskan sepulang dari rumah sakit di rumahnya sudah banyak tetangga yang menunggu kepulangan mereka dan ikut serta membantu secara suka rela seluruh warga yang di dukung oleh kepala tiyuh setempat, untuk mengobati galih agar sembuh dari penyakitnya.

“Pulang dari rumah sakit udah kaget tetangga pada kumpul bersama kepala tiyuh langsung minta rujukan dari puskesmas di bawa ke bandar jaya dari bandar jaya di rujuk lagi Abdul Moeloek dari Abdul muloek di rujuk lagi di rumah sakit Palembang ,”Jelasnya.

Terpisah,Kepala Tiyuh Margo Mulyo Fajar Ria Kurniawan saat di konfirmasi mengungkapkan warga dan tiyuh hanya dapat membantu untuk kendaraan tranfortasi sebagai pendukung pengobatan yang akan di lakukan galih, sebab menurutnya jarak tempuh yang sangat jauh ke RS di Palembang.

“Kami dari tiyuh bisa membantu memfasilitasi ala kadarnya yaitu memberikan pelayanan transportrasi, karena proses pengobatan ke Palembang,” paparnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa galih akan berangkat ke rumah sakit Palembang tanggal (26/10/2022) mendatang. Hal tersebut untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan yang telah di lakukan oleh rumah sakit beberapa waktu lalu.

“Kemarin udah berangkat ke rumah sakit di Palembang dan sudah di lakukan pengecekan kepada galih,Mereka akan berangkat tanggal 26 besok untuk mengambil hasil lab, untuk tindakan pengobatannya kita belum tahu mas.” Tutupnya. (Yoga Korel.co.id Tubaba)

 

*Bagi yang ingin berdonasi untuk Sodari Galih bisa menghubungi saya langsung atau Transfer ke Rekening BCA 6185149262 An. Gusar Prasta Yoga*

4 thoughts on “Idap Penyakit Tak Biasa, Seorang Anak Di Tubaba Harapkan Perhatian Dari Pemerintah.”

  1. buy stromectol 24 mg pills Nonetheless, depletion of VAV3 reduced RAC1 activity in both MCF7 and MCF7 LTED cells, and this alteration was recovered through reconstitution using a shRNA resistant MYC Vav3 expression construct Additional file 11 Figure S6

Tinggalkan Balasan