ket foto : Pemerintah Kota Bandar lampung melalui Dinas Pariwisata (Sekertaris dan Kabid Dinas Pariwisata) dan Anggota Komisi 2 DPRD Bandar Lampung, bersama Dinas Kehutanan Lampung (Kadis Kehutanan dan Kepala Pengelola bersama tim) dan dihadiri juga oleh beberapa anggota Gekrafs, melakukan hiking untuk melakukan eksplorasi alam di Tahura Wan Abdurrahman, Sabtu 12 Maret kemarin

 

Bandar Lampung , Korel.co.id — Anggota Komisi 2 DPRD Bandar Lampung Handrie Kurniawan mendukung optimalisasi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan sinergi dan kolaborasi dalam mengembangkan desa wisata.

Hal ini sejalan dengan ditetapkannya Kelurahan Sumber Agung, Kemiling, sebagai desa wisata di Bandar Lampung beberapa tahun lalu. Sumber Agung memiliki segala potensi alam dan objek wisata yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir yang karakternya tidak dimiliki wilayah lain.

Sumber Agung yang berada di pusat ibu kota Lampung ini memiliki beberapa objek wisata yang telah ditetapkan di dalam rencana induk pariwisata daerah Kota Bandar Lampung sebagai bagian dari objek dan wilayah perencanaan daerah wisata, seperti objek wisata Taman Rusa, Lengkung Langit 2, Kampung Vietnam, dan lainnya.

Handrie mengatakan, jika dicermati, jumlah pengunjung yang masuk ke wilayah Sumber Agung saat ini mengalami pertumbuhan kunjungan yang begitu cepat.

Ia menceritakan, saat akhir pekan banyak kendaraan kecil maupun besar melintasi dan berkunjung ke destinasi wisata di wilayah tersebut baik dari Lampung maupun provinsi lain. Di mana beberapa tahun lalu situasi seperti itu tidak kita dapati.

“ jika potensi-potensi yang tersedia dapat teroptimalkan, dampak yang terbesar bukan hanya didapatkan oleh pemilik wisata, melainkan juga bagi masyarakat sekitar. Semakin banyak kunjungan, tercipta peluang-peluang ekonomi semakin besar dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejateraan masyarakat sekitar,” ujar ketua Gerakan Ekonomi kreatif Nasional (Gekrafs) Lampung itu, Senin  (14/3/2022).

Legislator PKS itu juga mengemukakan, belum optimalnya sinergitas antarpemangku kepentingan, baik itu pemerintah, masyarakat dan seluruh pemilik wisata, menjadi agenda bagi pemerintah daerah ke depan. Pemda mesti memfasilitasi seluruh stakeholder agar memiliki visi yang sama dalam memajukan objek wisata di Sumber Agung.
Handrie menilai, salah satu potensi yang saat ini belum juga tergali secara optimal adalah Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rahman. Padahal luas Tahura yang berada di wilayah Bandar Lampung 400 ha dengan segala potensi alam dan tumbuhan di dalamnya.

Walaupun kewenangan pengelolaan Tahura berada di Pemerintah Provinsi Lampung, tidak dipungkiri letak dan pemanfaatan Tahura yang berada di Bandar Lampung selama ini seluruhnya dilakukan oleh masyarakat kota ini. Secara khusus adalah masyarakat di Kelurahan Sumber Agung.

Handrie berkata, perbedaan kewenangan pemerintah inilah yang sering menghambat optimalisasi potensi-potensi yang ada akibat dari hambatan birokrasi dan komunikasi.

Oleh karenanya, Sabtu yang lalu Pemerintah Kota Bandar lampung melalui Dinas Pariwisata (Sekertaris dan Kabid Dinas Pariwisata) dan dirinya bersama Dinas Kehutanan Lampung (Kadis Kehutanan dan Kepala Pengelola bersama tim) dan dihadiri juga oleh beberapa anggota Gekrafs, melakukan hiking untuk melakukan eksplorasi alam sekaligus berdiskusi dan menikmati hasil hutan seperti kopi, air nira, madu dan lainnya.

Handrie mengatakan, diskusi dan pembicaraan sepanjang acara menghasilkan visi yang sama dan sepakat untuk melakukan sinergitas dan mengoptimalkan potensi alam Tahura untuk dikembangkan menjadi bagian dari pariwisata dan pengembangan ekonomi masyarakat di desa wisata Sumber Agung.

Upaya pengelola Tahura beberapa tahun terakhir dengan melakukan event-event, pengembangan infrastruktur dengan membuat trek sepeda, lari, hiking, serta optmimalisasi produk hasil hutan tidaklah cukup. Ia menilai, perlu kerja sama yang kontinu dengan pemerintah setempat, kelompok masyarakat, dan stakeholder lainnya agar potensi di dalamnya tergali optimal dan berkelanjutan. Dengan melakukan sinergi seluruh stakeholder, muncul harapan wisata-wisata yang berada di Kelurahan Sumber Agung dapat menjadi Ikon wisata di Lampung, nasional, hingga Internasional. Selain itu, akan berkembang pula pusat ekonomi baru dengan menjadi tempat bagi seluruh produk lokal untuk dijual di sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.