Kota Metro , korel.co.id — Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammdiyah Metro berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, menyelenggarakan Perkuliahan Tamu. Kegiatan ini dilaksanalan pada hari Senin, 5 Februari 2024 bertempat di Ged. A Ruang Sidang A FKIP UHAMKA.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan kunjungan dari Studi Wisata Pendidikan Ekonomi yang merupakan salah satu mata kuliah di Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari UM Metro dan UHAMKA berjumlah 40an mahasiswa. Tema Utama kegiatan Perkuliahan Tamu ini yaitu “E-Commerce di Era Ekonomi Digital: Peluang dan Tantangan”. Subtema (sesuai mata kuliah): 1). Ekonomi dan bisnis digital, & 2). E-commerce. Narasumber pada kegiatan Perkuliahan Tamu ini yaitu Fajri Arif Wibawa, S.Pd., M.Pd. yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro dan Camelia Safitri, M.Pd. yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UHAMKA.

Penyampaian materi ke 1 disampaikan oleh Fajri Arif Wibawa, S.Pd., M.Pd., beliau menyampaikan, “Disadari atau tidak, kemunculan
e-commerce ini memberi angin segar bagi setiap orang baik mereka yang menjadi konsumen atau pembeli tetapi juga bagi mereka yang menjadi produsen dan pebisnis. Bagaimana tidak? Aktivitas jual beli yang dahulu hanya bisa dilakukan secara tatap muka di suatu tempat, sekarang dapat dengan praktis dan mudah dilakukan secara online tanpa batasan tempat dan waktu serta dapat dilakukan dimana saja.” terangnya.

baca : Puluhan Mahasiswa Kampus The Best ini Siap Bangun 8 Desa di Pesawaran

Lanjutnya , “Kelebihan E-Commerce, 1) Menyediakan harga kompetitif, 2) Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah, 3) Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas, 4) Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon, 5) Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian, 6) Mempermudah kegiatan perdagangan,” ucap Bapak Fajri.

Tantangan E-commerce yaitu 1. Resiko Penipuan, Penipuan yang terjadi pada calon konsumen dapat mengakibatkan trust, atau kepercayaan dari konsumen tersebut hilang. 2. Persaingan dengan Kompetitor, Dengan semakin banyaknya penggiat E-Commerce, jangan heran jika akan semakin banyak orang yang menawarkan produk atau jasa yang serupa. 3. Menyelami Karakter Pembeli, Tantangan lainnya yang harus dihadapi oleh setiap pemilik usaha online adalah karakter dari pembeli. 4. Mengikuti Perkembangan Teknologi yang Berlangsung Pesat, Sebagai pelaku bisnis E-Commerce, dituntut untuk senantiasa responsif terhadap perkembangan teknologi.

Penyampaian materi ke 2 yaitu oleh Camelia Safitri, M.Pd., beliau menyampaikan, “Penemuan internet pada tahun 1991 dizaman dahulu Internet digunakan untuk browsing saja, sedangkan dizaman sekarang ini internet digunakan digunakan untuk sarana e-commerce juga.

E-commerce sangat menjamur dimana mana, contoh salah satunya yaitu Lazada dan Indonesia menjadi korban pemasaran dengan total 259JT Masyarakat yg konsumtif. Di Indonesia pada tahun 2013 pengguna internet meningkat sampai diangka 83,7 JT dan semakin tahun internet di Indonesia semakin meningkat pula jumlahnya,” ucap bu Camelia.

baca : UKM Himkris Darmajaya Jalin Keakraban dengan Gelar Ret Reat dan Ibadah Bersama

Ibu Camelia juga menyampaikan, “Terdapat data Transaksi E-commerce di Indonesia dari tahun 2011 sampai 2016 dimana transaksi terus meningkat dari angka 0,56 sampai 4,46 dalam Miliar dolar AS.” (red , UM Metro)

Loading