Pesibar , Korel.co.id –Bencana alam longsor dan banjir kerap terjadi pada musim penghujan. Kabupaten Pesisir Barat sebagai salah satu wilayah rawan bencana di Lampung, khusunya sepanjang Jalan Lintas barat kabupaten itu terutama di lokasi Kecamatan Karya Penggawa sampai Kecamatan Lemong dan juga Jalur Liwa Krui yang melalui Taman Nasional Bulit Barisan selatan ,yang merupakan lokasi langganan longsor, membutuhkan penanggulangan cepat agar arus lalu lintas dapat segera normal. Minggu,5 Januari 2020.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Pesisir Barat, Jalaludin melalui kabid bina Marga , Adrian Sani mengatakan : ” Pihaknya dalam menanggulangi bencana longsor yang kemungkinan terjadi di lokasi-lokasi tersebut, telah memetakan penanggulangan dan menyiagakan tronton serta alat berat .Kalau waktu-waktu terjadi longsor menutup badan Jalinbar dan Jalur Liwa Krui. Hal itu memang telah menjadi perhatian khuus kepala daerah , agar berbagai bencana alam yang terjadi pada musim hujan tahun ini dapat segera diatasi”.Ucapnya

Tambah Adrian : “Ada empat alat berat dan satu unit tronton di DPUPR pesisir barat, tetapi satu unit alat berat saat ini kondisinya rusak masih dalam perbaikan. Jadi sekarang yang bisa digunakan satu unit excavator mini, satu unit excavator standar, dan satu unit excavator long, juga ada satu unit mobil tronton pengangkutnya”.Jelasnya

“Terkait penanggulangan untuk Jalinbar wilayah tanjakan Sedayu itu masuk wilayah kota Agung (kabupaten Tanggamus), untuk wilayah kecamatan Pesisir utara , kecamatan Lemong hingga perbatasan Bengkulu, bisa menggunakan alat berat milik PT Subanus, yang memang selama ini diperbantukan menanggulangi longsor atau bencana alam yang terjadi di wilayah itu. Sementara untuk jalur liwa krui atau lokasi-lokasi lain yang mudah dijangkau dari pusat kota krui, tentunya ditangani oleh kami, karena alat berat dan tronton memang stand by di Dinas PUPR. dan InsyaAllah kalau terjadi longsor akan segera ditangani, kami sudah siap. Apalagi sekarang tidak ada alat berat yang kerja kecuali atas perintah pak bupati, alat berat stand by untuk digunakan kalau sewaktu waktu terjadi bencana alam dan diperlukan”. Tegas. Adrian

Rilis Tim AJO-Indonesia PESIBAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *