Tulang Bawang Barat , Korel.co.id — Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Lembaga Pemerhati Nasional Indonesia Membangun (LP NASDEM) Tulang Bawang Barat (TuBaBa) secara resmi telah mengirimkan surat kepada Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Lampung.

Hal tersebut dikatakan Joni Setiawan, merupakan salah satu upaya mendukung profesional dari Aparat Penegak Hukum (APH) yang merupakan alat negara guna mendapatkan hak yang sama di depan hukum.

“Secara resmi hari ini tanggal 5 November kita sudah mengirimkan surat ke Kejaksaan Tinggi ,” Ucap Joni Setiawan Ketua DPK LP Nasdem saat di konfirmasi di ruangannya yang beralamat Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat , Senin (05/12/2022).

Joni juga mengatakan Laporan Pengaduan (LAPDU), prihal ketidak Patuhan terhadap informasi terkait Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) TUBaBa pada Bidang Bina Marga, dalam kegiatan pekerjaan rekontruksi/peningkatan struktur jalan Mulya Sari-Batas Mesuji tepatnya di tiyuh Mulya Sari Kecamatan Gunung Agung yang di kerjakan oleh PT Duta Graha Sejahtera dengan pagu anggaran berkisar 10 milyar rupiah,yang baru selesai di bangun namun sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Tanggal 9 November kita telah memasukan surat somasi terkait pekerjaan jalan yang ada di tiyuh Mulya Sari Gunung Agung yang di menangkan oleh PT Duta Graha Sejahtera dengan nilai yang cukup besar 10 milyaran,namun sudah mengalami kerusakan.namun tidak di balas oleh Dinas PUPR,tanggal 28 November kita layangkan surat kembali juga tidak di balas oleh PUPR sampai Hari ini ,” Cetusnya.

Dia juga menegaskan Nomor Surat:501/LAPDU/DPK-LP NASDEM/XII/2022 ke Kejati sudah patut dan layak untuk di tindak lanjuti mengingat kejadian serupa sudah sering terjadi di kabupaten TUBaBa ini, mengingat sebuah uang negara harus melalui proses perencanaan sehingga tahap pelaksanaannya harus di capai efektif dan transparansi dalam pengelolaan agar bermanfaat untuk masyarakat.

“Laporan Pengaduan kita prihatin kabupaten TUBaBa mendapatkan DAK dari APBN untuk masyarakat tapi masyarakat ngak dapat menikmatinya ,” Tegasnya. (Yoga/Rilis)