Nasional , Korel.co.id — Ada Penipuan dengan pembelian barang dengan sipat pemaksaan melalui aplikasi lewat LazMart yang bekerja sama dengan Lazada, dengan modus menawarkan jasa pembelian barang di sosmed aplikasi LazMard, kita di suruh membuat akun, dengan diberikan Kode undangan dan ling untuk masuk seperti link di bawah ini :

https://lazmart.cn/
Untuk pendaftaran akun LazMart agar anda bisa melanjutkan kerjaan online paruh waktu bersama LazMart.

Mula-mula kita ditawarkan untuk mengisi dana ke akun yang sudah kita buat mulai ditawarkan ke kita
Untuk pengisian mulai 100.000 mendapatkan 20%-30% dari jumlah yang kita belaja di aplikasi LazMard kita di suruh Transfer ke nomor rekening
NAME: Abdul Gopur
BANK: CIMB Niaga
No. Rek LazMart:705946067500
Kode Bank : 022.

Selajutnya proses pembelian aplikasi di LazMard lancar, uang 100rb. Kita suruh pihak LazMard, untuk menarik kembali uang kita ke rekening. dan uang itu masuk lagi ke rekening kita dengan tambahan sekitar 38.000 rupiah jadi jumlah yg kita Terima 138.000 yang masuk ke rekening kita.

Dan selajutnya kita di suruh kembali mengisi uang kita ke akun yg sudah kita buat dengan transfer uang dengan tawaran bervariasi seperti di bawah ini
1. Isi ulang 300.000 untuk mendapatkan 20% -30% dari pokok, dan tarik 410.000
2. Isi ulang 400.000 untuk mendapatkan 20% -30% dari pokok, dan tarik 585.000
3. Isi ulang 500.000 untuk mendapatkan komisi 20%-30% dari pokok dan penarikan 725.000
4. Isi ulang 850.000 untuk mendapatkan 20% -30% dari pokok, dan tarik 1.070.900
5. Isi ulang 1.000.000 untuk mendapatkan 20% -30% dari pokok, dan tarik 1.550.900
6. Isi ulang 1.500.000 untuk mendapatkan 20% -30% dari pokok, dan tarik 2.100.000.

” Ketika kita melakukan isi ulang dengan mengirim uang kepada rekening di atas dengan jumlah 500rb. Kita mulai melakukan pembelian barang dari aplikasi LazMard yang bekerja sama dengan Lazada, seketika kita melakukan pembelian barang di aplikasi tersebut kita ditawarkan dengan harga barang Rp.2juta rupiah dan itu harus kita beli, maka secara otomatis uang kita yang di akun tersebut tidak mencukupi, maka pihak LazMard meminta kepada kita untuk melakukan pengisian akun ulang kekurangan yaitu Rp.1,5 Juta. Begitu seterus nya sampai puluhan juta, untuk membeli barang di luar kemapuan kita,” Ujar John Heri mengatakan yang mengalami hal tersebut.

Lanjutnya via wa kepada awak media Korel.co.id ,” Total kerugian Rp 8 juta, dimohonkan ada itikad baik dari Lazmart kepada John Heri,” terangnya.

Bila kita tidak melakukan hal tersebut maka uang kita tidak akan kembali lagi, atau di bekukan dan seterusnya, sementara keuangan kita terbatas , Berharap kepada OJK menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan. untuk menutup aplikasi LazMard ini, mengingat sifatnya memaksa kemampuan untuk membayar barang di aplikasi di luar batas konsumen.

Untuk BPSK Nasional tolong di tindak lanjuti aplikasi LazMard, karna merugikan konsumen sifat pembelian barang dengan pemaksaan, Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (selanjutnya disingkat UU Perlindungan Konsumen) adalah adanya fenomena di masyarakat yang kedudukan konsumen pada umumnya lemah dalam bidang ekonomi, pendidikan, serta daya tawar konsumen terhadap pelaku usaha masih.[ 1] Selain itu, ke sentimen antara konsumen dan pelaku usaha juga menyebabkan rendahnya tingkat kesadaran, kepedulian, dan rasa tanggung jawab pelaku usaha tentang perlindungan konsumen baik dalam hal melakukan produksi, memperdagangkan maupun mengiklankan.[2] UU Perlindungan Konsumen dibentuk untuk melindungi kepentingan konsumen yang selama ini cukup terabaikan serta hukum yang bersifat memaksa yang tentunya membuat pelaku usaha wajib dikenakan denda.[3] Apabila pelaku usaha tidak meringankan hukum yang ada, maka tentunya akan ada sanksi yang diberikan kepada pelaku usaha. Perlu diketahui juga, selain UU Perlindungan Konsumen terdapat peraturan lain yang juga mengatur mengenai perlindungan konsumen yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2020 tentang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 350/MPP/Kep/12/2001 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Badan Penyelesaian Sengketa.

“Untuk dihimbau kepada semua pengguna sosmed dari sabang sampai merauke jangan tertipu dengan aplikasi LazMard yang ada di sosmed Facebook karna aplikasi ini penipuan dengan memaksa untuk pembelian barang yang di luar batas kemampuan kita, sementara uang kita tidak bisa ditarik kembali dari akun,” Ucap JH (Novis).