Foto : Mahasiswa di Aceh, Indonesia menyerbu tempat penampungan sementara yang menampung para pengungsi Rohingya minggu ini.

 

Aceh , Korel.co.id — Kerumunan mahasiswa Indonesia menyerbu sebuah pusat konvensi yang menampung ratusan pengungsi Rohingya dari Myanmar di kota Banda Aceh pada hari Rabu, menuntut agar mereka dideportasi, demikian cuplikan video yang diambil oleh Reuters.

Juru bicara kepolisian kota Banda Aceh tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

Rekaman video menunjukkan para mahasiswa, banyak yang mengenakan jaket hijau, berlari ke ruang bawah tanah yang besar di gedung tersebut, di mana kerumunan pria, wanita, dan anak-anak Rohingya duduk di lantai dan menangis ketakutan. Rohingya kemudian digiring keluar oleh pihak berwenang, beberapa membawa barang-barang mereka dalam karung plastik, dan dibawa ke truk untuk dibawa ke tempat penampungan alternatif, sementara para pengunjuk rasa menyaksikan.

Pengungsi Rohingya telah mengalami peningkatan permusuhan dan penolakan di Indonesia karena penduduk setempat merasa frustrasi dengan jumlah perahu yang tiba dengan etnis minoritas, yang menghadapi penganiayaan di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha.

Baca : Masyarakat Mekar Sari Giat Gotong Royong Bersama Pemkab Mesuji

Presiden Indonesia Joko Widodo menyalahkan lonjakan kedatangan baru-baru ini sebagai akibat dari perdagangan manusia, dan berjanji untuk bekerja sama dengan organisasi-organisasi internasional untuk menyediakan tempat penampungan sementara.

Kedatangan cenderung melonjak antara bulan November dan April, ketika laut lebih tenang, dan para pengungsi Rohingya naik perahu ke negara tetangga Thailand dan Indonesia serta Malaysia yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Wariza Anis Munandar, seorang mahasiswa berusia 23 tahun di Banda Aceh yang berbicara dalam aksi protes sebelumnya di kota tersebut pada hari Rabu menyerukan deportasi Rohingya, sementara seorang mahasiswa lainnya, Della Masrida, 20 tahun, mengatakan bahwa “mereka datang ke sini tanpa diundang, mereka merasa bahwa ini adalah negara mereka.”

Juru bicara UNHCR Indonesia tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar mengenai insiden hari Rabu tersebut.

Baca : Akhir Tahun 2023, Kapolres Way Kanan Gelar Press Release Sampaikan Capaian Kinerja

UNCHR mengatakan pada awal bulan ini bahwa badan tersebut “khawatir” dengan laporan-laporan penolakan di Indonesia.

Indonesia bukan penandatangan Konvensi PBB tentang Pengungsi tahun 1951, namun memiliki sejarah menerima pengungsi jika mereka datang.

Selama bertahun-tahun, Rohingya telah meninggalkan Myanmar, di mana mereka secara umum dianggap sebagai pendatang asing dari Asia Selatan, ditolak kewarganegaraannya dan menjadi sasaran pelecehan.(red)

 

Sumber : https://edition.cnn.com/2023/12/28/asia/aceh-indonesia-student-protest-rohingya-refugees-intl-hnk/index.html

 

Loading