PesisirBarat, korel.co.id — Pandemi covid-19 meskipun merupakan musibah global, yang mengharuskan manusia beradaptasi dengan wabah itu. Namun ada juga hikmah bagus didalamnya.

Diantaranya tentang pendataan penduduk di kabupaten pesisir barat yang layak dan tidak layak, yang terdampak dan tidak terdampak pandemi itu. Seluruh lapisan bergerak saling bahu membahu melengkapi dan memaksimalkan data yang ada untuk betul-betul valid.

“Ada bagusnya pandemi ini semua pihak sadar memperbaiki data bekerja sesuai tupoksi. Jangan main-main dengan berbagai bantuan,” kata Kabid perlindungan dan jaminan sosial di Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat, Edwin H Maas. Rabu,20 Mei 2020. ditemui dikantornya.

Selama ini Dinsos dirasa bekerja sendiri dalam ketersedian data penerima sasaran berbagai bantuan pemerintah, namun dengan adanya pandemi Covid-19 ini berbagai OPD terkait seperti dinas ketahanan pangan, koperindag, Dinas kesehatan, BPBD, dan OPD lainnya , sama sama memperhatikan data dan salaing memberikan informasi sehingga tidak terjadi tumpang tindih data penerima di bantuan pemerintah di lapangan.

“Pihaknya memang terus melakukan perbaikan update data dan segera dilaporkan ke pemerintah pusat.
Namun diakui dalam beberapa program bantuan sosial kepada masyarakat , memang masih ditemukan identitas tidak lengkap, salah atau ganda, sehingga akibatnya bisa jadi mendapat dobel bantuan. Ada juga nomor NIK salah atau nomor KK salah,”Bebernya.

Sambung nya : “Pihaknya belum memiliki data detail tentang di wilayah kecamatan mana dari 11 wilayah kecamatan di kabupaten itu yang paling banyak kesalahan pendataan atau diduga tidak tepat sasaran . Akan dilakukan perbaikan data , ada orang yang diusulkan pada tahap pertama namun dianulir pemerintah pusat, dengan dilakukan perbaikan data berkoordinasi dengan peratin , orang bersangkutan dapat masuk menjadi penerima bantuan pada tahap kedua,”Jelas Edwin.

Ditempat terpisah, meskipun OPD dan Instasi pemerintah terus mengawasi dan memperbaiki data yang ada. Namun. Seorang warga (Fulan : samaran) kecamatan Pesisir Tengah, yang tidak mau ditulis namanya. Mengatakan Sangat kecewa dengan BLT yang berasal dari Dana Desa (DD) di pekon tempat Ia tinggal.

“Ada penerima BLT dari DD tersebut yang sudah menjadi penerima PKH. Ada juga aparat Pekon ada juga orang yang notabene secara ekonomi lebih bagus kondisinya dari dirinya,”Katanya.

“Ini sangat mengecewakan karena informasi yang saya dapat puluhan orang dapat BLT sebesar Rp600ribu selama tiga bulan . Saya juga terdampak, semua terdampak , tetapi yang terjadi ada warga yang sudah dapat PKH masih dapat bantuan BLT , biasanya orang yang dekat dengan peratin dan masih keluarga dan kerabat aparat Pekon, itu yang prioritas dapat bantuan,” Lanjut Fulan.

 

Laporan Wartawati Wari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *