PesisirBarat, korel.co.id — Bupati Pesisir Barat Dr. Drs. Agus Istiqlal, SH., MH Beserta keluarga sholat idul adha 1441 h / 2020 m bersama Masyarakat Kecamatan Pesisir Selatan, di Lapangan Kantor Kecamatan Pesisir Selatan. Jum’at 31 Juli 2020.

Dalam sambutannya Bupati Pesisir Barat mengatakan maha suci Allah yang tak pernah henti mengalirkan nikmat dan karunianya kepada kita sekalian sehingga di pagi yang penuh rahmat ini kita dapat berkumpul untuk melaksanakan sholat idul adha 10 dzulhijjah 1441 hijriyah.

 

“Kita bertakbir mengagungkan asma’, ruku sujud dan bertaqarrub serta bersyukur atas segala karunia-nya, lalu dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban, sebagai wujud ketaatan pada perintah Allah Subhana wa ta’alla.” Katanya.

Selanjutnya, Idhul Adha atau yang sering disebut idul qur’ban memiliki arti dekat, maka orang yang berqurban pada hakekatya adalah berikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah . “Tiga hal yang harus diperhatikan oleh orang yang berqurban yang pertama adalah ketulusan, kedua memberikan yang terbaik, dan yang ketiga benar-benar berniat mencari ridho Allah. Semangat dalam berqurban ini kiranya juga dapat menjadi pedoman bagi kita semua dalam melaksanakan tugas dan amanah kita, dengan melaksanakan dengan penuh ketulusan, memberikan yang terbaik dan fokus pada tujuan-tujuan utama dan tujuan-tujuan yang mulia.”Ucapnya.

Baca juga : Presiden Jokowi Salat Iduladha di Halaman Wisma Bayurini

Kemudian, penyembelihan hewan qurban adalah untuk mencapai kedekatan atau keridhoan allah swt.

“Daging qurban bukanlah dipersembahkan untuk Allah. sebab Allah tidak berhajat pada makhluknya, melainkan qurban yang diterima adalah qurban yang semata-mata karena mengharapkan ridho Allah dan dilandasi rasa taqwa yang tertanam didalam jiwa. oleh karena itu qurban dalam arti memotong hewan qurban atau pun berqurban harta dan jiwa tidak akan diterima oleh allah swt jika disebabkan karena pamrih atau motif-motif tertentu lainnya.”Terangnya.

Berqurban tidaklah sebatas menyembelih hewan dan membagikan daging qurban kepada saudara-saudara muslim yang membutuhkan namun harus tertanam rasa kebersamaan sosial yang tercermin dalam perilaku sehari-hari seluruh umat muslim. Artinya momentum hari raya qurban yang datang sekali dalam setahun harus mewarnai semangat berqurban sepanjang tahun bahkan sepanjang hayat. kalau semangat ini sudah dibangun mulai dari masing-masing keluarga maka sebuah kekuatan besar dalam wujud persatuan dan kesatuan akan terbentuk di tingkat negara dan bangsa.

 

Laporan Wartawati Wari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *