Bandar Lampung ,Korel.co.id — AlHabib Muhammad bin Alwi Hadad mengimami pembacaan sholawat burdah yang diselenggarakan oleh Majelis Burdah Busyiri di Jl. Mayjen Sutiyoso, Depan kantor kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung hari Selasa (25/10/2022) pukul 19.30 wib.

Acara ini diselenggarakan oleh Majelis burdah Busyiri yang dihadiri oleh Ketua Robithoh Lampung Habib Husin Asseggaf, Habib Achmad Ghozali, LC, Habib Husen, Habib Taufiq, Habib Kamal, Habib Sauqi dan Habib Syaqif, Prof K.H.Muhammad Zainul Abidin, M.Ag, K.H.Suhaibi Maslik dan K.H. Ahmad Rivai, Mutasyar MWC NU Rajabasa Dr.Muslim Ansori,M.Pd. dan Abdul Manan, Sekretaris MWC NU Rajabasa Feri Fadlan seta masyarakat Bandar Lampung.

Masyarakat kota Bandar Lampung membanjiri ingin bersama AlHabib Muhammad membaca, menyimak, dan mendengarkan Sholawat Burdah Busyiri dengan berharap ridho Allah Subhana Wata’alla sehingga kita sebagai ummat mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam Kasidah Burdah Busyairi adalah salah satu karya paling populer dalam khazanah sastra Islam. Isinya sajak-sajak pujian kepada Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam , pesan moral, nilai-nilai spiritual dan semangat perjuangan hingga kini masih sering dibacakan disebagian pesantren salaf dan pada peringatan Maulid Nabi. Pengaran Kasidah Burdah ialah Al-bushiri (610-695H/1213-1296M).

Nama lengkapnya, Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri. Dia keturunan Barber yang lahir di Dallas, Maroko dan dibesarkan di Bushir, Mesir, dia seorang murid Sufi besar, Imam As-Syadzili dan penerusnya bernama Abdul Abbas AlMursi, anggota tarekat syadziliyah. Di bidang ilmu fiqih, Al-Bushiri menganut mazhab Syafi’i, yang merupakan mazhab fiqih mayoritas di Mesir.

Kasidah Burdah terdiri dari 160 sajak ditulis dengan gaya bahasa(usiub) dengan bahasa yang menarik, lembut dan elegan berisi pabduan ringkas mengenai kehidupan Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam cinta kasih pengendalian hawa nafsu do’a pujian terhadap AlQuran, Isra’Mi’raj, jihad dan tawasul.

” AlBushiri hidup pada suatu masa transisi perpindahan kekuasaan dinasti Ayyubuyah ke tangan dinasti Mamalik Bahriyah. Pergolakan politik terus berlangsung, akhlak masyarakat merosot, para pejabat pemerintahan mengejar kedudukan dan kemewahan, maka munculnya kasidah Burdah itu merupakan reaksi terhadap situasi politik, sosial, dan kultural pada masa itu, agar mereka senantiasa mencontoh kehidupan nabi yang berfungsi sebagai uswatun hasanah, mengendalikan hawa nafsu , kembali kepada ajaran agama yang murni Alqur’an dan Hadits, “Ujar Habib Muhammad.

Kasidah Burdah ini ditulis dengan indahnya oleh kaligrafer Hasyim Muhammad AlBaghdadi didalam kitab kaligrafinya, Al-KhatAl-Arabi.
Sebab-sebab khusus dikarangnya Kasidah Burdah ini, yaitu ketika AlBushiri menderita sakit lumpuh, sehingga ia tidak dapat bangun dari tempat tidurnya, maka dibuatnya syair-syair berisi pujian kepada Nabi, dengan maksud memohon syafa’atnya. Didalam tidurnya ia bermimpi Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam dimana nabi mengusap wajah AlBushiri kemudian Nabi melepaskan jubahnya dan mengenakannya ke tubuh AlBushiri dan saat ia bangun dari mimpinya seketika itu juga ia sembuh dari penyakitnya.

Makamnya Albushiri terletak di Iskandaria Mesir sampai sekarang masih dijadikan tempat ziarah.
Pujian AlBushiri tidak terbatas pada sifat dan kualitas pribadi, tetapi mengungkapkan kelebihan Nabi yang paling utama, yaitu Mukjizat paling besar dalam bentuk AlQuran.
“Makam itu berdampingan dengan makam gurunya, Abu Abbas Al Mursi.
Habib Muhammad bin Alwi Hadad mengatakan membacakan sholawat burdah dengan mengharapkan Syafaat Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam berharap kepada Alloh didunia kita semua yang hadir di Majelis Burdah Busyairi, masyarakat Bandar Lampung diberikan keberkahan hidupnya ,”Ungkap AlHabib Muhammad bin Alwi Hadad. (Novis PM)

3 thoughts on “Bandar Lampung Bersholawat oleh Majelis Burdah Busyiri bersama AlHabib Muhammad bin Alwi Hadad”

Tinggalkan Balasan